INFOGRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat menangani kerusakan jalan menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Pihak kontraktor telah menyiagakan alat berat untuk melakukan perbaikan guna menjamin kelancaran aktivitas warga sekitar.
Camat Sidayu, Suwartono, mengakui bahwa lalu lintas kendaraan berat pengangkut material pembangunan sempat menyebabkan penurunan kondisi jalan. Meski demikian, ia memastikan pihak pelaksana proyek telah berkomitmen melakukan pemulihan akses jalan secara bertahap.
“Hari ini sudah didatangkan material sirtu serta alat berat berupa satu unit excavator 200, satu unit vibro, satu unit dozer, dan dua unit dump truck. Alat-alat tersebut siap digunakan untuk memperbaiki jalan agar akses warga tidak terganggu selama proyek berjalan,” kata Suwartono, didampingi Sekcam Achmad Suudin, saat meninjau kondisi jalan menuju Sekolah Rakyat, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Sekolah Rakyat di Sidayu Mulai Dibangun, Targetkan Tampung Ratusan Siswa dari SD, SMP hingga SMA
Suwartono menjelaskan, saat ini perbaikan difokuskan pada pengerasan jalan menggunakan sirtu (pasir batu). Langkah tersebut dilakukan agar jalan tetap fungsional dan aman dilalui kendaraan masyarakat di tengah proses konstruksi yang masih berlangsung.
“Perbaikan ini bersifat sementara melalui pemadatan. Setelah proyek pembangunan sekolah selesai sepenuhnya, jalan akan diperbaiki secara permanen,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Kabupaten Gresik, Ida Lailatussa’diyah. Ia menegaskan bahwa penanganan dampak lingkungan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek.

“Setelah menerima laporan kerusakan, kami langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa Raci Tengah dan pihak Waskita untuk penanganan. Pihak kontraktor sudah mengecek lokasi dan kami minta agar segera ditindaklanjuti,” ujar Ida.
Pembangunan Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan seluas 6,2 hektare ini dirancang untuk menampung kapasitas besar. Nantinya, sekolah tersebut akan mengakomodasi masing-masing 75 rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, serta tambahan 75 siswa dari Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini masih beroperasi di Desa Mriyunan. Pemkab Gresik menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program tersebut.
