INFOGRESIK – Stadion Petrokimia Gresik menjadi saksi capaian gemilang Petrokimia Gresik dalam peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Rabu (14/1/2026). Di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, perusahaan ini membuktikan bahwa operasional industri berskala besar dapat berjalan seiring dengan standar perlindungan tenaga kerja yang ketat.
Tidak tanggung-tanggung, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia tersebut memborong tiga penghargaan sekaligus. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi Petrokimia Gresik dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Tiga Pilar Keselamatan dan Kesehatan
Raihan penghargaan tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam perlindungan tenaga kerja, mulai dari sistem manajemen hingga pencegahan penyakit di lingkungan industri, yakni:
- Sistem Manajemen K3 (SMK3), atas keberhasilan mengintegrasikan aspek keselamatan dalam seluruh lini produksi.
- P2HIV/AIDS, sebagai apresiasi atas upaya aktif perusahaan dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.
- P2TB, penghargaan atas komitmen perusahaan dalam pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis di lingkungan kerja.
Prestasi tersebut semakin lengkap dengan capaian anak perusahaan. PT Petrokimia Kayaku berhasil meraih penghargaan Zero Accident, sementara PT Petrosida Gresik turut menerima penghargaan P2TB.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa deretan penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan refleksi dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan operasional.
“Penghargaan ini menegaskan komitmen Petrokimia Gresik untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan,” ujar Daconi.
Sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), stabilitas operasional Petrokimia Gresik memiliki dampak strategis. Dengan kapasitas produksi jutaan ton pupuk per tahun, gangguan kecil akibat kelalaian kerja berpotensi memengaruhi stabilitas pangan nasional.
“Menerapkan K3 bagi Petrokimia Gresik bukan lagi sebatas kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Baca juga: Petani Tenang di Musim Libur, Petrokimia Gresik Siagakan 236 Ribu Ton Pupuk Hadapi Nataru
Ia menambahkan, budaya K3 harus menjadi tanggung jawab seluruh insan perusahaan.
“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan tanggung jawab satu departemen, melainkan seluruh insan perusahaan. Dengan begitu, keberlangsungan Petrokimia Gresik dapat terus terjaga,” tambah Daconi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Petrokimia Gresik yang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi 717 perusahaan lain di Jawa Timur yang juga menerima penghargaan K3 tahun ini. Menurutnya, keselamatan kerja merupakan hak dasar setiap pekerja.
“K3 bukan sekadar kewajiban regulatif. K3 adalah nilai. Nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Nilai bahwa produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan,” ungkap Khofifah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan Bulan K3, Petrokimia Gresik menggelar simulasi kesiapsiagaan industri serta pameran edukasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan semangat keselamatan kerja tidak berhenti pada seremoni penghargaan, tetapi terinternalisasi hingga ke unit kerja terkecil.
