INFOGRESIK – Di tengah menjamurnya kedai kopi modern dengan konsep kekinian, sebuah warung kopi sederhana di Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, tetap bertahan sebagai ikon kuliner lokal. Warkop Makju, begitu masyarakat mengenalnya, kini bukan hanya menjadi tempat berkumpul warga, tetapi juga penyedia bekal wajib bagi jamaah haji asal Gresik yang berangkat ke Tanah Suci.
Warkop Makju bukan pemain baru. Warung ini didirikan oleh sosok Makju sejak puluhan tahun silam dan kini diteruskan oleh generasi penerus keluarga.
Neng Nur, pengelola saat ini, mengatakan konsistensi menjadi kunci utama warung tersebut tetap eksis hingga sekarang.
“Sudah ada dari dulu. Sejak saya kecil warung ini sudah ada dan sampai sekarang diteruskan anak-anak Makju,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Tawarkan Kopi Legen dan Arena Biliar, Manggar Lounge & Bar Aston Gresik Jadi Solusi Pelepas Penat
Ia memastikan racikan kopi yang disajikan masih mempertahankan standar rasa yang sama sejak pertama kali berdiri.
Berbeda dari kopi pada umumnya, racikan Makju dikenal memiliki tekstur kental dengan perpaduan rasa pahit dan gurih yang kuat. Karakter khas itulah yang membuat banyak pelanggan selalu kembali, termasuk Ahmad Shodiq, jamaah haji asal Desa Pegundan yang sengaja membawa kopi Makju ke Tanah Suci.
“Rasanya khas, ngangenin. Saya sengaja membawa empat ikat kopi racik dari Warkop Makju agar tetap bisa menikmati kopi Gresik selama di Mekkah dan Madinah,” kata Shodiq.
Meski bangunannya sederhana dan berada tepat di tikungan Jembatan Ngawen, Warkop Makju menawarkan suasana khas pedesaan dengan hamparan tambak dan pepohonan rindang di sekitarnya. Nuansa tenang dan autentik itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dari berbagai kalangan, mulai anak muda hingga orang tua, bahkan pelanggan dari luar kota.
Baca juga: Berdiri Sejak 1993, Warung Bu Sum Jadi Primadona Ikan Bakar di Pelabuhan Gresik
Di tengah kenaikan harga bahan pokok, Warkop Makju tetap mempertahankan harga yang terjangkau. Satu porsi kopi legendaris ini dijual seharga Rp6.000. Harga ramah di kantong tersebut membuat warung hampir selalu ramai pengunjung, terutama pada pagi dan sore hari.
Warkop Makju buka setiap hari mulai pagi hingga sore, kecuali hari Jumat. Bagi pecinta kopi di Gresik Utara, tempat ini bukan sekadar warung kopi, melainkan bagian dari sejarah dan identitas rasa yang terus hidup hingga menembus batas negara.
