INFOGRESIK – Kawasan Pelabuhan Gresik tidak hanya dikenal sebagai pusat logistik, tetapi juga menjadi destinasi kuliner bagi para pencinta hidangan laut. Salah satu yang menjadi primadona adalah Warung Bu Sum, sebuah kedai sederhana di area kantin pelabuhan yang telah berdiri sejak tahun 1993.
Warung ini menawarkan menu andalan berupa penyetan ikan bakar dengan sentuhan khas sambal pencit. Perpaduan cabai dengan serutan mangga muda ini memberikan sensasi rasa pedas, segar, dan asam yang unik, sehingga menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.
Niken, pengelola sekaligus pemilik saat ini, menjelaskan bahwa usaha tersebut merupakan warisan dari orang tuanya. Ia berkomitmen untuk terus mempertahankan resep orisinal yang telah bertahan selama lebih dari tiga dekade.
Baca juga: Legenda Kuliner Sejak 1975, Gado-Gado Ibu Nanik Tetap Jadi Primadona di Gresik
“Warung ini sudah ada sejak 1993, dulu dirintis orang tua saya. Kini kami teruskan dengan tetap mempertahankan rasa khas yang menjadi andalan,” ujar Niken saat ditemui di lokasi, Sabtu (2/5/2026).
Warung Bu Sum menyediakan berbagai pilihan hasil laut segar, di antaranya ikan dorang, kerapu, kakap, gurami, dan bandeng. Selain itu, tersedia juga pilihan seafood lain seperti udang, cumi-cumi, hingga belut.
Seluruh menu disajikan dengan bumbu khas dan lalapan segar. Meski berada di area pelabuhan, harga yang ditawarkan cukup kompetitif, yakni mulai dari Rp20.000 per porsi, tergantung pada jenis dan ukuran ikan yang dipilih.
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Wagos Gresik Gratiskan 2.000 Tiket untuk Pengunjung Berkebaya
Meski awalnya banyak melayani awak kapal dan Anak Buah Kapal (ABK), kini pelanggan Warung Bu Sum datang dari berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah.
Pengunjung sekaligus Anggota DPRD Gresik, Ricke Mayumi, menilai cita rasa di warung ini sulit dicari tandingannya. “Tadi beli bandeng, dorang, cumi, dan belut. Rasanya enak dan sedap,” ungkapnya.
Ia juga menilai harga yang dipatok sangat terjangkau bagi masyarakat luas, sekaligus mendukung eksistensi UMKM lokal di sektor kuliner.
