INFOGRESIK – MTs Nurul Islam (Nuris) Gresik menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi religius sekaligus terampil melalui kegiatan manasik haji bagi 312 pelajar SD/MI se-Kecamatan Manyar, Rabu (13/5/2026).
Momentum ini tidak hanya menjadi sarana simulasi ibadah, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan program unggulan pendidikan di sekolah yang berlokasi di Desa Sukomulyo tersebut.
Kepala Sekolah MTs Nuris, Luluk Mufidah, mengungkapkan bahwa sekolahnya menerapkan integrasi antara pendidikan karakter, penguatan literasi Al-Qur’an, dan pengembangan bakat modern.
Program unggulan seperti Dirosah Al-Qur’an (Tahfidz dan Tahsin) serta Madrasah Diniyah (Madin) yang berfokus pada praktik ubudiyah menjadi pondasi utama pendidikan bagi para siswa.
“Kami ingin memberikan pengalaman langsung tata cara haji kepada siswa, sekaligus mengenalkan kondisi sekolah MTs Nuris Gresik,” ujar Luluk.
Untuk menjawab tantangan zaman, MTs Nuris juga menawarkan 10 jenis ekstrakurikuler yang beragam, mulai dari bidang teknologi hingga seni. Beberapa di antaranya adalah Robotik, Konten Kreator & Videografi, E-sport, hingga English Club. Selain itu, terdapat ekstrakurikuler bela diri, Paskibra, Banjari, Aswaja, Pramuka, serta seni tari dan Qiroah.
Pembentukan karakter siswa dilakukan melalui pembiasaan harian yang ketat namun bermakna, seperti murojaah pagi, salat Dhuha, hingga program Password Jumat Pagi dan English Day untuk mengasah kemampuan berbahasa asing.

Luluk menjelaskan bahwa simulasi manasik yang mencakup wukuf, lempar jumrah, tawaf, hingga sa’i ini merupakan bagian dari upaya menanamkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya sejak dini.
“Ini bertujuan untuk mengenalkan siswa tentang tata cara rukun Islam kelima dan menanamkan nilai agama, moral, serta kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya sejak dini,” ucapnya.
Dengan perpaduan program keagamaan yang kuat dan ekstrakurikuler yang adaptif terhadap tren teknologi, MTs Nuris Gresik berupaya memposisikan diri sebagai lembaga pendidikan yang siap mencetak lulusan berakhlak mulia dan kreatif.
