INFOGRESIK – Dikenal sebagai sekolah penuh prestasi, MTs Nurul Jadid di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik menghadapi ancaman serius. Sejumlah pilar bangunan dilaporkan mulai keropos, dinding mengalami retak, serta atap gedung rusak.
Kondisi ini menjadi ironi lantaran sekolah tersebut baru saja meraih gelar Madrasah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Sebanyak 124 siswa yang setiap hari bergelut dengan ilmu akademik dan hafalan suci harus menjalani kegiatan belajar mengajar di bawah bangunan yang kondisinya kian mengkhawatirkan.
Ketua Yayasan MTs Nurul Jadid, Andhi Sulandra, mengaku miris melihat kondisi tersebut. Ia membeberkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih para siswa, mulai dari Juara I Singer Putri PORSENI KKMIS Gresik Utara, Juara II Kompetisi Sains Madrasah se-Kabupaten Gresik, hingga Juara III MTQ Putra tingkat kabupaten. Namun, prestasi tersebut terasa kontras dengan kondisi fisik bangunan sekolah.
“Mirisnya kondisi gedungnya menghawatirkan. Kami berharap ada bantuan,” ujar Andhi, Rabu (7/1/2026).
Hal senada disampaikan Kepala MTs Nurul Jadid, Abdul Hakim. Ia mengaku merasa was-was setiap kali cuaca tak menentu melanda. Menurutnya, semangat belajar siswa yang tengah menunjukkan tren positif di bidang akademik seolah dibayangi ancaman bangunan yang berpotensi roboh sewaktu-waktu.
Baca juga: Tak Hanya Hafal Al-Qur’an, Siswa Mts Nurul Jadid ini Juga Juara Kompetisi Sains se-Gresik
“Kondisi gedung pilarnya sudah banyak yang keropos dan beberapa bagian dinding juga retak. Gedung 2 lantai pondasinya menghawatirkan dan membahayakan bagi siswa maupun guru yang melakukan aktivitas pembelajaran,” ungkap Hakim.
Ironi yang terjadi di MTs Nurul Jadid Sidayu ini dinilai menjadi gambaran persoalan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Gresik. Kondisi yang membahayakan keselamatan siswa tersebut memicu perhatian Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir.
Syahrul Munir menegaskan bahwa kondisi bangunan sekolah yang rawan ambruk tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan. Ia mendorong adanya pendataan bangunan rusak berat, khususnya untuk sekolah-sekolah swasta dan pondok pesantren yang kerap luput dari perhatian.
“Kami mendorong ada Pendataan Bangunan kondisi rusak berat dalam kategori sangat rawan ambruk untuk pondok pesantren dan sekolah. Sementara ini kami sudah dapat beberapa laporan bangunan yang rawan antara lain ponpes di Benjeng, Ponpes di Manyar, dan Sekolah swasta di Sidayu,” tegas Syahrul.
