INFOGRESIK – PT Dinamika Lestari Entertainment menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) film Cyberbullying di Bioskop Icon Mall, Gresik, pada Rabu (7/1/2026).
Acara ini menjadi ajang penguatan literasi digital yang dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), dan Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran insan pendidikan mengenai bahaya perundungan di dunia maya.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Gresik, Eko Agus Suwandi, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik, dr. Titik Ernawati, serta jajaran kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Gresik.
Film Cyberbullying yang dirilis pada Oktober 2025 tersebut mengisahkan perjuangan Neira, seorang siswi SMP yang bangkit dari keterpurukan setelah video konfrontasinya viral. Film ini menonjolkan pentingnya dukungan keluarga dan literasi digital dalam menghadapi dampak negatif teknologi.
Kepala Dindik Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa film ini memberikan pesan yang sangat inspiratif dan menyentuh hati. Menurutnya, karya ini penting ditonton oleh siswa, guru, maupun orang tua.
“Tadi kami menyaksikan film Cyberbullying dan itu sangat luar biasa. Mulai dari awal kita menyaksikan sampai dengan akhir, tersentuh hati kita dan sangat inspiratif menurut saya,” ujar Aries.
Aries berharap film ini mampu memberikan pemahaman masif mengenai pengaruh psikis yang signifikan bagi anak-anak di lingkungan sekolah akibat teknologi. Ia menegaskan agar masyarakat melihat nilai edukasi dari film ini ketimbang sisi komersialnya.
“Saya juga berharap kepada kita semua bukan sisi komersialnya yang kita lihat, tapi bagaimana kita manfaatkan film ini untuk bisa mendidik kita semua, agar bisa mengantisipasi yang terjadi terhadap anak teknologi,” ucapnya.
Baca juga: Promosikan Budaya dan Bahasa, Dua Film Karya Gresik Movie Diputar di Bioskop Australia
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Gresik, Eko Agus Suwandi, menjelaskan bahwa keterlibatan guru BK dan kepala sekolah dalam nobar ini diharapkan dapat menjadi jembatan edukasi kepada para siswa. Ia mengingatkan bahwa media sosial memiliki dua sisi yang berlawanan.
“Sosial media ibarat pedang bermata dua, bisa untuk membantu juga bisa untuk menyerang atau bully. Untuk itu kami mendorong agar semua bijak dalam bermedia sosial. Kepala sekolah dan guru yang hadir kami harapkan bisa menularkan ilmunya ke para siswa,” kata Eko.
Pihak Cabang Dinas Gresik juga berencana untuk mengagendakan kegiatan serupa bagi para siswa di masa mendatang guna memperkuat karakter dan bijak dalam bermedia sosial.
