INFOGRESIK – Langkah kaki Yetty Nur Hidayati tampak penuh semangat. Di tangannya, terlihat dua jirigen kecil berwarna putih.
Dari rumah, warga Kampung Siba, Kelurahan Sidokumpul, Kabupaten Gresik itu berjalan menuju Balai RT 02 RW 05. Sesampainya di lokasi, Yetty mengeluarkan ponsel dan memindai barcode pada Ucollect Box, alat penampung minyak bekas.
“Tinggal dituang minyak jelantahnya, uang langsung masuk ke saldo. Sangat mudah,” ungkap Yetty, Sabtu (8/11/2025).
Yetty bercerita, kehadiran Ucollect Box sejak tiga bulan lalu membawa dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Dulu minyak bekas penggorengan dibuang sembarangan,” ujarnya.
Baca juga: Pemuda Karang Taruna Desa Pegundan Gresik Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Super Estetik
Kini, lanjut Yetty, selama tiga bulan terakhir ia bersama warga lainnya aktif mengumpulkan minyak jelantah di lingkungannya. Setiap liter dijual seharga Rp6.000, dan uang non-tunai langsung masuk melalui aplikasi yang disediakan.
“Bulan lalu saya dapat Rp50 ribu, barusan dapat Rp33 ribu. Lumayan untuk tambahan belanja,” katanya sembari tersenyum.
Lurah Sidokumpul, Mukhlisun, menyampaikan bahwa Kampung Siba menjadi satu-satunya wilayah di Gresik yang memiliki Ucollect Box. Program ini, kata dia, sejalan dengan konsep Kampung Zero Waste yang telah diterapkan di wilayahnya.
Ia menambahkan, kehadiran alat tersebut bertujuan memfasilitasi masyarakat mendaur ulang used cooking oil (UCO) agar tidak mencemari lingkungan.
“Seluruh sampah di sini diolah. Ada yang dijadikan kompos, dan sekarang minyak jelantah pun dimanfaatkan. Tidak ada lagi sampah rumah tangga yang dibuang ke TPA,” ujarnya.
“Kalau ada warga dari kampung lain ingin menjual di sini juga dibolehkan,” imbuhnya.
Baca juga: Antisipasi Kelangkaan Elpiji, Pemdes Randuboto Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Minyak Jelantah
Sementara itu, Vika Sita Rini, perwakilan dari Ucollect, menyebut program ini merupakan bagian dari kegiatan CSR salah satu perusahaan. Kampung Siba menjadi satu dari 15 titik binaan di Jawa Timur, dan satu-satunya di Gresik.
“Satu alat ini mampu menampung 1.000 liter minyak jelantah. Nanti ketika sudah penuh, ada tim kami yang mengambil,” terangnya.
Vika bersyukur warga antusias menyambut hadirnya Ucollect Box. Tak hanya kaum muda, para orang tua pun bersemangat menyetorkan jelantah.
“Minyak ini nantinya diolah menjadi energi terbarukan seperti biodiesel, dan turunannya bisa menjadi bioavtur,” tuturnya.
Ia berharap, melalui alat ini masyarakat dapat merasakan manfaat ganda: menjaga lingkungan sekaligus memperoleh nilai ekonomi.
“Ini juga bagian dari mendukung transisi energi terbarukan,” tutupnya.
