INFOGRESIK — Puskesmas Ujungpangkah mengembangkan inovasi digital bernama SiGiri (Sistem Posyandu Digital Mandiri), sebuah ekosistem layanan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan masyarakat. Inovasi ini menghubungkan masyarakat, kader, tenaga kesehatan, hingga manajemen Puskesmas dalam satu sistem terintegrasi untuk mengatasi persoalan pencatatan manual dan pemantauan data.
Berbeda dengan sistem digital yang bergantung pada penyedia pihak ketiga, SiGiri dikembangkan secara mandiri oleh tim Puskesmas Ujungpangkah agar lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan di lapangan. Ekosistem ini mengintegrasikan berbagai kanal, mulai dari layanan WhatsApp, aplikasi mobile, dashboard web, KMS digital, hingga dukungan kecerdasan buatan (AI).
Kepala Puskesmas Ujungpangkah, dr. Shinta Puspitasari, M.Kes., mengatakan SiGiri lahir dari berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam pelayanan posyandu, seperti pencatatan manual, rekapitulasi data berulang, keterbatasan akses informasi bagi masyarakat, hingga kebutuhan pemantauan data yang cepat dan akurat.
“SiGiri kami kembangkan secara mandiri karena kami ingin sistem ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan. Fokusnya bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi bisa membantu masyarakat, kader, tenaga kesehatan, dan manajemen Puskesmas dalam pelayanan posyandu,” ujar dr. Shinta, Kamis (9/7/2026).
Salah satu pintu masuk layanan ini adalah Mas Pangki, kanal berbasis WhatsApp yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi jadwal posyandu maupun edukasi kesehatan tanpa harus datang langsung ke lokasi.
“Mas Pangki menjadi kanal WhatsApp yang memudahkan masyarakat bertanya seputar informasi posyandu. Jadi warga bisa menanyakan jadwal maupun informasi layanan tanpa harus datang langsung hanya untuk bertanya,” tambah istri Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif.
Baca juga: E-ASMARA Hadir, Warga Gresik Kini Bisa Langsung Sampaikan Aduan ke DPRD
Selain Mas Pangki, ekosistem SiGiri juga dilengkapi SiGiri Mobile yang membantu kader melakukan pencatatan hasil pemeriksaan dan imunisasi secara digital sehingga mengurangi proses rekapitulasi manual. Sementara itu, SiGiri Web dimanfaatkan manajemen Puskesmas sebagai dashboard pemantauan visual untuk melihat data pelayanan, analisis, serta pemetaan risiko wilayah secara cepat.
Tak hanya itu, SiGiri juga menghadirkan fitur AI dan Tanya RAG sebagai asisten edukasi kesehatan bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan.
Perwakilan pengembang sistem, Ahmad Syuyuth Herdeawan, S.Kom., menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam SiGiri bukan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan, melainkan sebagai alat bantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“AI di SiGiri bukan untuk menggantikan tenaga kesehatan, tetapi membantu mempercepat edukasi, analisis, dan tindak lanjut layanan. Petugas tetap menjadi pusat pelayanan, sementara teknologi membantu pekerjaan menjadi lebih ringan dan terukur,” jelas Syuyuth.
Baca juga: Tinggalkan Cara Manual, Pemkab Gresik Matangkan Rencana E-Voting di Pilkades 2026
Melalui integrasi seluruh komponen tersebut, Puskesmas Ujungpangkah berharap kegiatan posyandu dapat bertransformasi menjadi pusat data kesehatan masyarakat yang aktif sekaligus mendukung upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan sejak dini.
SiGiri diharapkan menjadi contoh bahwa inovasi digital dapat lahir dari Puskesmas sendiri. Selama teknologi mampu membantu masyarakat, memudahkan kader, dan memperkuat pelayanan kesehatan, digitalisasi diyakini akan memberikan manfaat yang nyata.
