INFOGRESIK – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mempercepat penerapan ekonomi sirkular (circular economy) di tingkat masyarakat dengan menyalurkan bantuan mesin komposter listrik berkapasitas 200 kilogram kepada Bank Sampah Gemes Sekardadu di Kabupaten Gresik.
Tak hanya memberikan bantuan alat, PLN juga mengelektrifikasi sistem pengolahan sampah serta memberikan pelatihan intensif kepada pengelola bank sampah agar pemanfaatan teknologi tersebut berjalan optimal.
Mesin komposter listrik berkapasitas 200 kilogram itu diproyeksikan mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik hingga 70 persen dibandingkan metode konvensional. Kehadirannya diharapkan membuat proses pengelolaan sampah menjadi lebih cepat, higienis, efisien, dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular di masyarakat.
Baca juga: Meski Penuh Tantangan, PLN NP UP Gresik Garansi Pasokan Listrik Jamali Aman
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan yang bertujuan menciptakan dampak sosial berkelanjutan.
“Intinya bagaimana sampah-sampah ini tidak hanya menjadi sampah. Ternyata sampah ini bisa diberdayakan sehingga memberi manfaat ke perekonomian masyarakat,” kata Andri.
Menurut Andri, elektrifikasi alat pengolahan sampah ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan sampah organik di Bank Sampah Gemes Sekardadu. Selain itu, penggunaan listrik dinilai lebih efisien karena dapat menekan biaya operasional dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Semoga kegiatan Bank Sampah Gemes ini lebih meningkat lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Gemes Sekardadu, Siti Fitriah, mengatakan mesin komposter listrik sangat membantu proses pengelolaan sampah, terutama sampah organik yang mencapai sekitar 70 persen dari total sampah yang diterima.
Baca juga: Keren! Pemkab Gresik Kini Punya Mesin ‘Penambang’ Sampah Berkapasitas 25 Ton/Jam
Ia menjelaskan, jika metode konvensional membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos, mesin komposter listrik mampu mempercepat proses tersebut menjadi sekitar satu pekan.
Saat ini, Bank Sampah Gemes Sekardadu melayani hampir 2.000 rumah tangga serta sejumlah lembaga pendidikan. Dengan dukungan mesin baru tersebut, pengurangan sampah organik diperkirakan dapat mencapai lebih dari satu ton setiap bulan.
“Kita memiliki nasabah hampir 2.000 rumah ditambah sejumlah lembaga sekolah. Kita bisa mengurangi sampah organik lebih dari 1 ton per bulan,” pungkasnya.
