INFOGRESIK – Aroma kuah santan yang gurih dan kepulan asap dari dapur tradisional seolah langsung menyambut siapa saja yang melangkah masuk ke Jalan Pemuda No. 74, Bunderan, Kecamatan Sidayu, Gresik. Di sana, sebuah destinasi kuliner baru bernama Warung Kuwali hadir menawarkan penawar rindu bagi masyarakat perkotaan yang mendambakan ketenangan khas kampung halaman.
Mencari tempat makan bernuansa pedesaan kini tak perlu jauh-jauh. Warung Kuwali hadir sebagai tempat singgah di tengah penatnya rutinitas. Begitu masuk, pengunjung langsung disuguhi suasana tempo dulu yang menarik dan instagramable.
Bangunan dan dekorasi warung didominasi material bambu. Konsep tersebut menghadirkan kesan hangat dan alami khas pedesaan.
Baca juga: Menjaga Kualitas Sejak 1987, Bakso Pojok Gresik Jadi Kuliner Legendaris yang Tetap Diburu Pelanggan
Pemilik Warung Kuwali, Muhammad Fajrul Falah, mengungkapkan konsep tersebut sengaja dirancang untuk mengajak pengunjung bernostalgia dengan suasana pedesaan dan aneka masakan ‘ndeso’.
“Kami ingin mempertahankan unsur desa. Konsepnya warung dari bambu ini bisa dinikmati semua kalangan,” katanya, Minggu (12/7/2026).
Fajrul mengatakan, Warung Kuwali menonjolkan sejumlah menu yang jarang ditemukan di perkotaan. Di antaranya mangut ikan manyung dan kepala ikan sembilang. Hidangan laut khas pesisir tersebut dimasak dengan racikan rempah yang pekat sehingga menghasilkan cita rasa autentik yang kuat.
“Besarnya minat masyarakat terhadap masakan tradisional terbukti dari pesatnya pesanan kedua menu tersebut. Selain itu, ada menu lain mulai dari Rp15 ribuan. Dua masakan khas rumahan ini paling laris di sini,” terangnya.
Baca juga: Resmi Buka di Icon Mall Gresik, Wingstop Gedor Pasar dengan Promo Paket Spesial
Bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan lain, Warung Kuwali juga menyediakan beragam menu rumahan, seperti ikan gurami bakar, ayam, hingga rice bowl. Soal harga, Fajrul memastikan menu yang ditawarkan tetap ramah di kantong pelajar maupun keluarga. Harga menu ayam mulai Rp18.000, sedangkan rice bowl dibanderol mulai Rp15.000.
“Kami jaga harga agar tetap bersaing. Menunya masakan rumahan, lokasi kami pun strategis,” jelas Fajrul.
Area parkir dan tempat makan di Warung Kuwali juga tergolong luas. Dengan kapasitas hingga 150 orang, tempat tersebut dapat menjadi pilihan untuk makan bersama keluarga besar maupun komunitas.
Salah seorang pengunjung, Fairus Ahmad, tampak menikmati hidangan yang dipesannya. Baginya, cita rasa autentik masakan rumahan menjadi daya tarik utama yang membuatnya ingin kembali ke Warung Kuwali.
“Lagi nyoba menu best seller kepala sembilang dan manyung. Rasanya, kuahnya berkaldu dan medok. Di sini ukurannya jumbo, enak sekali,” ungkapnya.
Baca juga: Menikmati Kare Ayam Pelabuhan Gresik, Kuliner Legendaris Sejak 1972
Selain cita rasa, porsi yang disajikan juga terbilang melimpah. Menu kotokan manyung dibanderol Rp60.000. Dengan porsi jumbo, hidangan tersebut dapat dinikmati dua hingga tiga orang.
“Sering ke sini, harganya terjangkau dengan view secakep ini. Kepala sembilang Rp60 ribu bisa buat berdua atau bertiga,” tambah Fairus.
Pada akhirnya, Warung Kuwali bukan sekadar tempat mengisi perut. Di bawah naungan atap bambu, tempat ini menjadi ruang singgah untuk menjeda waktu, menikmati sepiring masakan rumahan, sekaligus meresapi kembali memori kehidupan desa yang bersahaja.
