INFOGRESIK – Tim Gimbal Urang, peraih Juara I Dalegan Fishing Tournament 3, mengklaim ikan baramundi yang mengantarkan mereka menjadi juara merupakan hasil tangkapan murni saat lomba di perairan Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Minggu (19/7/2026). Meski demikian, tim tersebut mengaku legawa atas keputusan panitia yang mendiskualifikasi mereka.
Klarifikasi itu disampaikan untuk merespons video viral yang memicu dugaan kecurangan. Dalam video tersebut, ikan baramundi seberat 3,554 kilogram yang menjadi hasil tangkapan tim Gimbal Urang tampak dalam kondisi mati saat ditarik ke perahu.
Perwakilan Tim Gimbal Urang menjelaskan, video yang beredar merupakan rekaman adegan ulang karena video pertama tidak memenuhi ketentuan keselamatan.
“Kalau hasil pemancingan itu benar-benar hasil mancing dari branjang. Kami meminta maaf sebesar-besarnya. Video pertama memang ada, tetapi kami membuat video kedua dengan adegan ulang saat strike ikan. Pada video pertama, petugas yang menyerok ikan tidak memakai life jacket, sehingga kami membuat video kedua,” ujar perwakilan Tim Gimbal Urang.
Buntut video yang viral tersebut, Polsek Panceng pada Selasa (21/7/2026) memanggil panitia penyelenggara serta Nur Salim selaku nahkoda perahu yang membawa Tim Gimbal Urang saat perlombaan.
Nur Salim membenarkan bahwa ikan tersebut benar-benar diperoleh dari hasil memancing saat lomba. Ia menegaskan tidak ada rekayasa maupun upaya membawa ikan dari luar perahu.
“Kalau tidak salah, selang waktu pengambilan video pertama dan kedua hanya sekitar lima menit,” ujar Salim.
“Kondisi ikan saat video kedua masih hidup. Saya juga tidak tahu kenapa di video terlihat seperti sudah mati,” tuturnya saat ditemui di Mapolsek Panceng.
Sementara itu, perwakilan panitia Dalegan Fishing Tournament 3, Solahudin, memastikan Tim Gimbal Urang resmi didiskualifikasi dari posisi Juara I. Hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta yang sebelumnya telah diberikan juga ditarik kembali oleh panitia.
“Didiskualifikasi karena video strike yang disampaikan kepada kami dinilai tidak layak dari sisi penerapan keselamatan. Artinya, mereka membuat video lagi,” kata Solahudin.
Solahudin juga mengakui adanya kelalaian panitia yang kurang cermat dalam memeriksa bukti verifikasi di lapangan.
“Ke depan kami akan lebih berhati-hati. Kami akan melibatkan pihak kepolisian, Koramil, dan kecamatan dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Atas keputusan diskualifikasi tersebut, panitia berencana memanggil para pemenang Dalegan Fishing Tournament 3 lainnya untuk membahas penetapan juara pengganti.
