INFOGRESIK – Suasana Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Sabtu malam (20/12/2025) terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan rutin, gedung bersejarah itu menjadi saksi lahirnya sebuah tradisi baru dalam menghargai ketulusan.
Di bawah sorot lampu panggung, Kelurahan Sidokumpul menggelar perhelatan perdana bertajuk Sidokumpul Award 2025 dengan tema besar “Menghargai yang Aktif, Menginspirasi yang Positif, Membangun Sidokumpul Bersinar”.
Acara yang dihadiri ratusan orang ini menjadi panggung bagi para “pahlawan kelurahan”, mulai dari ketua RT/RW, kader Posyandu, hingga penggerak Karang Taruna yang selama ini bekerja di balik layar demi kemajuan lingkungan.
Lurah Sidokumpul, Mukhlisun, menyampaikan bahwa penghargaan ini bukanlah kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik, melainkan cara kelurahan memeluk warganya yang telah berdedikasi.
“Keaktifan yang kami apresiasi bukan semata-mata dinilai dari hasil, melainkan juga dari proses, konsistensi, dan dampak positif yang dirasakan masyarakat luas,” ujar Mukhlisun.
Baca juga: Damar Kurung hingga Pudak Semarakan HUT RI di Kelurahan Sidokumpul Gresik
Kehadiran tokoh lintas agama hingga pelaku usaha dalam acara tersebut membuktikan bahwa Sidokumpul Bersinar bukan hanya slogan, melainkan kerja kolektif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Apresiasi tinggi datang dari Camat Gresik, Jalesvie Triyatmoko. Ia menyebut inisiatif ini sebagai terobosan yang langka. Sebagai wilayah dengan populasi dan luas yang tergolong besar, Sidokumpul berhasil memberikan contoh nyata bagi wilayah lain di tingkat kecamatan.
“Saya rasa ini pertama di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Sidokumpul sangat menginspirasi. Ini momentum untuk menyemangati kita semua agar bahu-membahu membangun kelurahan menjadi lebih baik lagi,” tegas Jalesvie.
Di tengah deretan penghargaan, perhatian hadirin tertuju pada sebuah inovasi budaya yang menyentuh, yakni GEMAR (Generasi Muda Akrab Damar Kurung). Inovasi ini menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut, sebuah gerakan yang membawa warisan luhur Gresik, Damar Kurung, keluar dari sekadar pajangan masa lalu.
Anggota DPRD Gresik, Ricke Mayumi, mengaku tersentuh dengan pendekatan “Tutur Rupa” yang diusung GEMAR. Menurutnya, langkah tersebut menjadi cara cerdas melawan arus digital yang kerap membuat anak muda lupa akan jati dirinya.
Baca juga: Tuang Jelantah, Dapat Saldo: Kampung Siba Gresik Jadi Pelopor Kampung Zero Waste
Politisi Partai Gerindra ini juga menyampaikan apresiasi kepada para pemenang Sidokumpul Award. Ia berharap penghargaan tersebut dapat semakin memotivasi warga dalam membangun wilayahnya.
“Inilah cara terbaik menjaga budaya, bukan hanya dengan menghafalnya, tetapi dengan menghidupkannya dalam karya visual dan partisipasi aktif anak muda. Damar Kurung kini menjadi jembatan inovasi lintas generasi,” ungkap Ricke.
Malam itu, GNI bukan hanya menjadi tempat penyerahan piagam penghargaan. Gedung tersebut menjelma menjadi ruang kolaborasi, di mana sektor swasta dan pemerintah bersatu untuk satu tujuan. Harapannya, Sidokumpul Award dapat menjadi agenda tahunan yang terus memicu lahirnya inspirasi-inspirasi baru.
