INFOGRESIK – Layanan polisi 110 kembali membuktikan efektivitasnya dalam menangani kondisi darurat. Empat wisatawan asal Sidoarjo yang tersesat di Hutan Tanjung Ghe’en, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, berhasil dievakuasi setelah melaporkan posisi mereka melalui panggilan darurat, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan data laporan kepolisian, pengaduan masuk melalui Operator Piket 110 pada pukul 16.48 WIB dari pelapor atas nama Joko Priantoro. Dalam pengaduannya, pelapor menyampaikan bahwa dirinya bersama keluarga tersesat di kawasan Hutan Tanjung Ghe’en saat hari mulai gelap.
Merespons laporan tersebut, Operator Piket 110 segera menghubungi Pamapta 3 Polres Gresik, Ipda Aang Sutikno, yang kemudian meneruskan informasi kepada Kapolsek Sangkapura, AKP Ali Fauzi.
Kapolsek Sangkapura langsung memerintahkan anggota untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan bantuan pelacakan GPS serta berkoordinasi dengan kepala desa setempat.
Kepala Desa Kumalasa, Idham Cholik, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan dari kepolisian, pencarian dilakukan secara intensif bersama personel Koramil.
Baca juga: Tagih Utang Berujung Penganiayaan, Debt Collector Diamankan di Cerme
“Sekitar pukul 18.00 WIB, saya dapat laporan dari kepolisian beserta Koramil, dan bersama-sama mencari empat wisatawan,” ucapnya.
Proses pencarian memakan waktu sekitar satu jam lantaran medan hutan yang tidak dapat dilalui sepeda motor. Tim gabungan harus berjalan kaki menyisir area perbukitan dan kawasan pantai.
Idham menjelaskan bahwa para wisatawan sempat mengalami disorientasi arah, sebuah kondisi yang oleh warga lokal kerap dikaitkan dengan fenomena mistis.
“Sekitar 30 menit tersesat, istilah Bawean e eret mimang, atau diseret makhluk ghaib,” ujarnya.
Disorientasi tersebut membuat pelapor dan keluarganya justru kembali berjalan ke arah pantai saat berusaha keluar dari hutan.
“Kata wisatawan yang ditemukan, saat hendak kembali memang kemalaman, dan saat arah pulang tiba-tiba jalan pulang kembali ke arah pantai. Hingga akhirnya ditemukan saat salah satu wisatawan berteriak, dengar suara saya,” beber Idham.
Anggota Polsek Sangkapura bersama tim pencari akhirnya berhasil menemukan Joko Priantoro beserta tiga anggota keluarganya dalam keadaan selamat. Petugas kemudian memberikan pengamanan dan memandu para wisatawan keluar dari hutan menuju area parkir yang berjarak sekitar 500 meter.
Keberhasilan evakuasi yang berawal dari panggilan darurat tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. Ia menegaskan bahwa layanan 110 dirancang untuk memberikan respons cepat di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.
“Masyarakat tidak usah ragu. Pelayanan 110 di seluruh wilayah Gresik dijamin ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Usai evakuasi, para wisatawan diarahkan untuk beristirahat di sekitar pusat Kecamatan Sangkapura. Pihak kepolisian mengimbau para pelancong agar selalu memperhatikan estimasi waktu kepulangan sebelum matahari terbenam saat melakukan wisata alam di Pulau Bawean.
