INFOGRESIK – Suasana di Wisma Kebomas, Selasa (6/1/2026), terasa lebih hangat dan penuh ambisi. Di sana, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) resmi diperkenalkan ke publik. Bukan sekadar seremoni rutin tahunan, peluncuran tim kali ini membawa misi besar, yakni mengakhiri penantian panjang selama dua dekade untuk merengkuh takhta tertinggi voli tanah air.
Klub kebanggaan warga Gresik, Jawa Timur, ini tampil dengan perombakan strategis yang cukup mencolok. Langkah paling berani terlihat di kursi kepelatihan dengan mendaratnya Allesandro Lodi, juru taktik asal Italia yang kenyang pengalaman internasional.
Hadirnya Lodi diharapkan membawa standar baru. Sebagai pelatih yang memahami kultur permainan Asia, proses adaptasinya dengan tim disebut berjalan sangat cepat.
“Kami punya kekuatan baru karena baru kali ini GPPI dipimpin oleh pelatih kepala dari Italia. Pendekatan dan visinya memberi standar baru bagi tim,” kata Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, penuh optimistis.
Baca juga: Dari Korea ke Gresik, Megawati Siap Berikan Performa Terbaik untuk GPPI di Proliga 2025
Kekuatan lini serang GPPI pun dipastikan kian tajam dengan hadirnya duo legiun asing, Oleksandra ‘Sasha’ Bytsenko (Ukraina) dan Annie Mitchem (Amerika Serikat).
Keduanya memiliki rekam jejak mentereng. Sasha dikenal lewat prestasinya di Filipina dan performa apiknya bersama Jakarta Pertamina Fastron pada 2023, sementara Annie merupakan andalan Jakarta Livin Mandiri di musim sebelumnya.
Dua pemain yang dulunya rival di Liga Filipina ini kini bahu-membahu bersama bintang lokal seperti Medi Yoku untuk menjadi mesin poin utama GPPI.
Bagi manajemen, musim 2026 bukan sekadar partisipasi. Ada luka sejarah yang ingin disembuhkan. Sepanjang sejarah Proliga, Petrokimia Gresik tercatat sudah enam kali mencicipi posisi runner-up. Jarak yang sangat tipis dengan gelar juara itulah yang kini ingin dipangkas habis.

“Ini adalah momen kebangkitan. Sudah lebih dari 20 tahun Petrokimia Gresik belum kembali menjadi juara Proliga. Kami sudah enam kali runner-up, artinya selalu dekat dengan gelar. Sekarang saatnya menuntaskan,” ujar Daconi dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan bahwa fondasi tim tahun ini sangat kokoh karena dihuni oleh kombinasi pemain timnas aktif dan mantan pemain timnas yang berada di masa keemasan.
“Kami membangun tim dengan fondasi pengalaman dan mental juara. Pemain timnas aktif dan mantan pemain timnas di masa keemasannya menjadi energi baru bagi Petrokimia Gresik,” tambahnya.
Selain ambisi juara, GPPI tetap memberikan ruang bagi regenerasi. Ketua PBVSI Petrokimia Gresik, Iwan Febriantro, menekankan pentingnya memberikan jam terbang bagi talenta muda. Bersamaan dengan peluncuran tim, manajemen juga meresmikan Volleyball Academy Petrokimia Gresik dan kepengurusan baru periode 2025–2028.
“Tahun ini kami berikan kesempatan untuk pemain muda untuk bergabung di tim utama. Kami yakin mereka siap berkompetisi di level tertinggi,” ungkap Iwan.
Laga Proliga 2026 sendiri akan dimulai pada 8 Januari mendatang. Gresik pun dipastikan akan menjadi pusat perhatian saat bertindak sebagai tuan rumah putaran pertama pada akhir Januari 2026. Dukungan publik di rumah sendiri diharapkan menjadi energi tambahan bagi pasukan Allesandro Lodi untuk benar-benar menuntaskan misi yang tertunda selama 20 tahun.
