INFOGRESIK – Upaya pencarian terhadap Mat Rakim (58), nelayan asal Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, yang hilang di perairan Dermaga Mbah Kaji hingga kini masih belum membuahkan hasil.
Memasuki hari kedua operasi pencarian (H+1), Selasa (6/1), sosok pria yang diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung tersebut masih dinyatakan hilang.
Petugas gabungan dari BASARNAS, BPBD, dan Satpolair Polres Gresik mengerahkan tiga unit tim Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir perairan hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian. Meski cuaca dilaporkan cerah, keberadaan korban belum juga terdeteksi.
Baca juga: Cari Nelayan Hilang di Lumpur, Tim SAR Gabungan Bagi 3 Unit SRU Sisir Perairan Gresik
Kronologi hilangnya korban bermula saat perahu yang dikemudikannya melaju dengan kecepatan tinggi usai mengantar penumpang. Perahu tersebut tiba-tiba menabrak dermaga dengan keras. Korban diduga kehilangan kendali akibat penyakit asam lambung yang kambuh secara mendadak saat berada di tengah laut.
Ciri-ciri terakhir korban saat kejadian dilaporkan mengenakan kaos lorek berwarna abu-abu berkerah, berambut hitam pendek, dan berkulit sawo matang.
Sejak laporan kecelakaan diterima pada Senin pukul 15.00 WIB, keluarga serta kelompok nelayan setempat terus menanti kepastian kondisi korban dengan penuh kecemasan.
Baca juga: Antar Penumpang ke Kapal, Nelayan Asal Lumpur Gresik Hilang Misterius di Laut
“Kondisi masih dalam proses pencarian. Seluruh unsur terlibat telah menyisir lokasi sejak pagi hingga sore hari, namun hingga operasi hari ini ditutup pukul 17.00 WIB, korban masih dinyatakan hilang (DP),” ungkap Kepala BPBD Gresik, Sukardi.
Tim SAR gabungan telah melakukan evaluasi atas pelaksanaan pencarian hari ini. Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan, operasi pencarian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (7/1) mulai pukul 07.00 WIB. Pihak berwenang berharap perluasan radius pencarian pada operasi selanjutnya dapat segera menemukan titik terang terkait keberadaan Mat Rakim.
