INFOGRESIK – Di tengah tantangan perubahan iklim dunia, sebuah kabar sejuk datang dari sudut-sudut gang di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik. Bukan tentang kemegahan gedung, melainkan tentang ketekunan warganya dalam merawat bumi.
Ketekunan itu berbuah manis saat RW 06 dan RW 08 resmi dianugerahi Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Kategori Utama Tingkat Nasional Tahun 2025.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung dalam gelaran Environment Community Award 2025 yang dihelat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur di Gedung Graha Wisata Surabaya, Rabu (24/12/2025). Prestasi ini menjadi kado akhir tahun yang istimewa bagi masyarakat Kabupaten Gresik.
Keberhasilan menyabet kategori “Utama” bukan terjadi dalam semalam. Ini merupakan potret konsistensi warga dalam mengelola sampah secara mandiri, menghijaukan setiap jengkal lahan yang tersedia, hingga menciptakan ruang hidup yang tahan terhadap dampak perubahan iklim.
Di balik hijau dan asrinya Sidokumpul, terdapat fondasi kuat berupa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta. Lurah Sidokumpul, Mukhlisun, yang hadir dalam prosesi penyerahan penghargaan, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya terhadap gotong royong warga.
Baca juga: Sidokumpul Award 2025, Cara Kelurahan Sidokumpul Memuliakan Proses dan Dedikasi Warga
“Penghargaan Proklim Utama tingkat nasional ini merupakan hasil kerja bersama masyarakat RW 06 dan RW 08. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan pendamping dan pembina, khususnya PT Pertamina Lubricants, yang telah memberikan dukungan dan pendampingan berkelanjutan dalam penguatan program lingkungan di Kelurahan Sidokumpul,” ungkapnya.
Proklim Utama bukan sekadar plakat atau seremoni. Bagi warga Sidokumpul, ini adalah penegasan bahwa kepedulian yang dirawat bersama-sama akan membuahkan keberlanjutan.
Lingkungan yang dulunya mungkin gersang atau terkendala masalah sampah kini berubah menjadi laboratorium hidup yang ramah iklim.
Keberhasilan RW 06 dan RW 08 ini diharapkan menjadi percikan inspirasi bagi kampung-kampung lain di Indonesia. Bahwa mitigasi perubahan iklim bisa dimulai dari hal-hal kecil di depan rumah sendiri: satu pohon yang ditanam dan satu kilogram sampah yang dikelola dengan benar.
Kini, Sidokumpul telah membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi kesehatan bumi. Lewat sinergi yang apik, mereka telah memperkuat komitmen daerah dalam pengendalian dampak perubahan iklim global.
