INFOGRESIK – Di bawah naungan pepohonan rindang di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik, Jalan Tridharma, Minggu (26/7/2026) pagi, sorot mata Ramli Ahmad (23) tampak berbinar. Warga Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik, itu terpaku di depan instalasi tanaman sayur modern, memperhatikan dengan saksama deretan daun hijau yang tumbuh subur tanpa bersentuhan dengan tanah.
Bagi Ramli, ini merupakan hari kedua berturut-turut ia mengunjungi ajang Petro Agrifood Expo (PAE) 2026. Rasa penasarannya terhadap dunia pertanian membawanya kembali ke kebun percobaan seluas ribuan meter persegi tersebut.
“Sejak kemarin saya ke sini, lalu datang lagi hari ini. Saya ingin belajar pertanian modern. Ternyata bertani itu tidak harus mencangkul,” ujar Ramli sambil tersenyum.
Ajang tahunan bertajuk Heritage of Agriculture yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (24/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026), berhasil mengubah persepsi lama tentang dunia pertanian. Pengunjung diajak mengenal berbagai inovasi, mulai dari teknik pembenihan presisi, pemupukan yang efisien, hingga budidaya melon, semangka, labu, cabai, dan berbagai komoditas lainnya yang ditata rapi.
Baca juga: Petro Agrifood Expo Jadi Ajang Warga Pesta Buah dan Sayur Harga Murah
Bagi generasi muda seperti Ramli, kehadiran tim riset Petrokimia Gresik yang siap berdiskusi tanpa dipungut biaya menjadi daya tarik tersendiri. Informasi yang semula terasa rumit disampaikan dengan sederhana dan mudah dipahami di setiap stan.
“Semua dijelaskan oleh tim riset Petrokimia Gresik secara jelas dan gratis. Di setiap stan ada petugas yang siap menjawab pertanyaan. Saya berminat menerapkan ilmu ini untuk bertani di atap rumah dan pekarangan,” ungkap Ramli penuh optimisme.
Tak hanya menjadi magnet bagi anak muda yang ingin belajar urban farming, PAE 2026 juga menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi keluarga. Suasana hangat terasa di wahana petik buah langsung dari pohonnya. Putri, warga Jalan Kartini, Gresik, tampak sumringah saat menenteng keranjang berisi aneka buah dan sayur segar hasil panen.
“Sangat bermanfaat,” ujar Putri singkat di tengah antusiasmenya memborong hasil bumi.
Di balik kemeriahan pameran, pelatihan pembuatan kompos (composting), hingga wahana petik buah, tersimpan misi besar yang ingin disampaikan. Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan bahwa PAE bukan sekadar pameran produk tahunan, melainkan ruang kolaborasi untuk menjembatani inovasi teknologi pertanian dengan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, serta mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Adityo.
Saat gelaran PAE 2026 berakhir, Ramli melangkah keluar dari Buncob dengan tangan tak lagi kosong. Ia pulang bukan hanya membawa wawasan baru, tetapi juga benih optimisme bahwa masa depan pertanian berada di tangan generasi muda, dimulai dari pekarangan hingga atap rumah mereka sendiri.
