INFOGRESIK – Warga Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, mengeluhkan bau menyengat dan pencemaran air yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan ikan PT Mekar Berseru Sempurna (MBS). Keluhan tersebut mencuat setelah kondisi air sumur warga dilaporkan berubah warna menjadi kehitaman.
Dugaan pencemaran ini viral setelah salah satu warga, Khanza Official, mengunggah kondisi air sumurnya melalui akun TikTok @khanzakomestik.official pada Rabu (25/2/2026). Dalam video berdurasi 12 detik itu, terlihat jelas perubahan kualitas air yang meresahkan warga.
“Inilah bukti yang nyata kalau benar-benar air sumur kami tercemar karena limbah pabrik,” tulisnya dalam unggahan yang telah ditonton lebih dari 58 ribu kali tersebut.
Merespons keresahan warga, Kepala Desa Mriyunan, Sujari, langsung melakukan langkah mediasi dengan pihak-pihak terkait. Sujari membenarkan adanya laporan warga mengenai dampak lingkungan dari aktivitas PT MBS.
Baca juga: Tanggapi Keluhan Warga, Camat Sidayu Pastikan Akses Jalan Menuju Sekolah Rakyat Diperbaiki
“Tadi saya panggil ke kantor 1 orang yang dulunya nggak ikut hadir mediasi, Alhamdulillah sudah bisa menerima,” ungkap Sujari, Kamis (26/2/2026).
Sebagai solusi jangka pendek atas pencemaran air sumur tersebut, pihak desa telah menyediakan akses air bersih bagi warga terdampak.
“Adapun untuk air saat ini sudah dipasang PDAM desa,” tambahnya.
Sujari juga mengklarifikasi bahwa saat ini PT MBS sudah tidak melakukan aktivitas produksi pengolahan ikan di lokasi tersebut. Seluruh kegiatan produksi telah dipindahkan ke wilayah lain untuk mengurangi dampak lingkungan di permukiman warga.
“Pengolahan ikan sudah dilakukan di Ujungpangkah sambil nunggu pembangunan pabrik di Desa Purwodadi Sidayu. Untuk yang disini tinggal packing aja,” kata pria berusia 56 tahun tersebut.
Sebelumnya, pada awal Februari, Pemerintah Desa Mriyunan juga telah memfasilitasi mediasi antara warga dan manajemen PT MBS guna mencari solusi permanen terkait masalah limbah ini.
