INFOGRESIK – Tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Gresik serta kiriman air dari hulu, yakni Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Mojokerto, menyebabkan Sungai Kali Lamong meluap pada Sabtu (10/1/2026) dini hari.
Akibat luapan tersebut, puluhan hektare lahan pertanian serta ratusan rumah warga di tiga kecamatan terendam banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa kenaikan debit air mulai memasuki permukiman warga dan badan jalan sekitar pukul 04.30 WIB. Hingga pukul 08.48 WIB, air masih dilaporkan menggenangi sejumlah titik dengan ketinggian yang bervariasi.
Berdasarkan data BPBD Gresik, terdapat tiga kecamatan yang terdampak signifikan akibat luapan Kali Lamong.
Baca juga: Banjir Luapan Kali Lamong Bergeser ke Cerme, 310 Rumah Terendam dan Tanggul Jebol Belum Teratasi
Di Kecamatan Balongpanggang, banjir melanda Desa Wotansari, Banjar Agung, dan Pucung. Sekitar 25 rumah terendam dengan ketinggian air rata-rata 5–10 sentimeter, serta 32 hektare lahan sawah tergenang.
Sementara itu, Kecamatan Benjeng menjadi wilayah paling terdampak. Enam desa terendam, yakni Desa Lundo, Sedapur Klagen, Delik Sumber, Kedung Rukem, Munggugianti, dan Bulurejo. Di Desa Delik Sumber saja, tercatat sebanyak 300 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 10–20 sentimeter. Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum seperti masjid, sekolah (SDN/MI/TK), hingga Koramil Benjeng turut terdampak.
Adapun di Kecamatan Cerme, banjir terjadi di Desa Gurang Anyar. Genangan air setinggi 10–30 sentimeter merendam jalan poros desa dan menggenangi area persawahan seluas sekitar 1 hektare.
Meski ratusan rumah terdampak, BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. BPBD Kabupaten Gresik bersama BPBD Jawa Timur, unsur kecamatan, pemerintah desa, serta relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) telah turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) di sepanjang aliran Kali Lamong.
“Saat ini kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan. Tim terus bersiaga untuk memantau perkembangan debit air serta membantu warga di titik-titik banjir,” ujar Sukardi.
Sementara itu, akses jalan raya di beberapa titik, seperti di Desa Kedung Rukem dan Bulurejo, masih terpantau tergenang air setinggi sekitar 5–10 sentimeter. Meski demikian, secara umum kondisi di Kabupaten Gresik masih dalam status aman dan terkendali.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kiriman air susulan, terutama jika hujan kembali turun di wilayah hulu Kali Lamong.
