INFOGRESIK – Kondisi banjir akibat luapan Kali Lamong di wilayah Kabupaten Gresik dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan tinggi muka air pada Minggu (11/1/2026) siang. Meski demikian, puluhan rumah dan puluhan hektare lahan persawahan di beberapa desa masih terpantau tergenang.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik per pukul 12.09 WIB, banjir yang dipicu curah hujan tinggi serta kiriman air dari hulu (Lamongan dan Mojokerto) ini berdampak pada dua kecamatan utama, yakni Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Cerme.
Di Kecamatan Benjeng, beberapa desa seperti Desa Lundo dan Desa Bulurejo dilaporkan mulai kering di area jalan lingkungan. Namun, di Desa Kedungrukem, sekitar 45 rumah masih tergenang dengan ketinggian 5–10 cm, serta jalan poros desa (JPD) yang terendam hingga 40 cm. Desa Munggugianti juga melaporkan 35 rumah warga masih terdampak genangan air.
Sementara itu, di Kecamatan Cerme, banjir masih menggenangi jalan lingkungan dan area produktif. Di Desa Dungus, tercatat 10 rumah warga tergenang, serta 15 hektare sawah dan 25 hektare tambak masih terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Baca juga: Kali Lamong Meluap, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Gresik Terendam Banjir
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan.
“Kami telah menyiagakan personel untuk asesmen dan monitoring perkembangan di lapangan. Salah satu langkah antisipasi adalah menyiagakan perahu lipat di Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem, guna membantu mobilitas warga jika diperlukan,” ujar Sukardi dalam keterangan resminya, Minggu (11/1).
Hingga saat ini, BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Unsur yang terlibat dalam penanganan di lapangan meliputi BPBD Gresik, pihak kecamatan, pemerintah desa, TRC desa, serta warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah Kabupaten Gresik terpantau berawan. Debit air di DAS Kali Lamong secara umum mengalami penurunan secara perlahan. Pihak berwenang mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit air sungai.
