INFOGRESIK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik melaporkan bahwa dampak banjir luapan Kali Lamong kini terpusat di wilayah Kecamatan Cerme. Hingga Rabu (24/12/2025) petang, genangan air dilaporkan masih stabil dan merendam ratusan rumah serta ratusan hektare lahan produktif milik warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa banjir yang dipicu kiriman air dari hulu sejak Minggu (21/12) lalu ini masih menyisakan genangan signifikan di enam desa di Kecamatan Cerme, yakni Desa Dadapkuning, Ngembung, Dungus, Gurang Anyar, Morowudi, dan Pandu.
Berdasarkan data terbaru BPBD Gresik, akumulasi dampak banjir di enam desa tersebut meliputi 310 rumah warga yang terendam, dengan jumlah terbanyak berada di Desa Morowudi sebanyak 260 rumah. Fasilitas umum yang terdampak antara lain lima sekolah (TK, MI, SD, dan SMP), Pondok Pesantren At-Tauhid, serta area pemakaman di empat desa.
Baca juga: Banjir Kali Lamong Meluas ke Cerme, Dua Tanggul Jebol dan Dapur Umum Didirikan di Benjeng
Selain permukiman, genangan juga merendam jalan lingkungan dan Jalan Poros Desa (JPD) dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter. BPBD juga mencatat adanya dua titik tanggul jebol, masing-masing di Desa Dadapkuning dan Desa Ngembung, dengan panjang sekitar tiga meter yang hingga kini belum dapat diperbaiki.
Luapan air turut merendam sedikitnya 74 hektare lahan sawah dan 70 hektare tambak, yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani dan petambak setempat.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, BPBD Gresik tetap menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan monitoring berkala terhadap Tinggi Muka Air (TMA) Kali Lamong. Bantuan logistik juga telah disalurkan guna mendukung operasional dapur umum mandiri di tiga kecamatan terdampak, yakni Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme.
“Kondisi banjir di wilayah Cerme saat ini terpantau masih stabil. Kami terus melakukan monitoring dan melaporkan perkembangan kepada pimpinan. Cuaca di lokasi juga terpantau cerah berawan,” ujar Sukardi, Rabu (24/12).
BPBD Gresik mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, meski kondisi cuaca secara umum di wilayah Kabupaten Gresik saat ini terpantau aman dan terkendali.
