INFOGRESIK – Selain diduga melakukan penipuan dan penggelapan investasi, selebgram asal Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, RPW juga seringkali menjadikan karyawannya sebagai ‘kambing hitam’ atas kerugian yang dialami.
Seperti yang diceritakan MSA. Ia awalnya merekomendasikan adiknya untuk bekerja di salah satu usaha milik RPW dan suaminya SJF (31 tahun) karena mereka terlihat baik.
“Beda banget sama cerita adikku setelah ikut kerja sama dia (RPW, red). Adikku dituduh nilep bahan baku,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh perempuan berinisial NFN yang pernah bekerja di kedai Babablack pusat yang ada di Kecamatan Bungah milik RPW.
Perempuan berusia 23 tahun ini bercerita bahwa dirinya pernah bekerja dua kali di kedai yang berjualan minuman dan snack tersebut, yakni dari akhir tahun 2020 sampai pertengahan 2021 dan pada tahun 2022.
“Waktu itu tahun 2020 kan Covid-19, kuliah pada WFH. Saya cari-cari kerja dan direkomendasikan sama teman untuk kerja di Babablack. Saya bersama saudaranya RPW kerja dari pagi sampai malam,” kata NFN kepada Infogresik, Sabtu (15/2/2025).
Hampir enam bulan bekerja, NFN kemudian pamit ke RPW untuk resign karena kuliah sudah kembali normal atau secara offline. Satu tahun kemudian atau pada Februari 2022 mahasiswi Universitas Muhammadiyah Gresik ini kembali melamar kerja dan akhirnya diterima di Babablack.
“Selama saya kerja sikap beliau ini memang baik, ke karyawan juga baik. Cuma kayak jobdesc kerjanya gak masuk akal menurut saya. Selain jaga stand juga disuruh nyapu ngepel ngebersihin serumah tiap malam sebelum tutup,” ujarnya.
Meski begitu, NFN bersama tiga temannya tak mempersoalkan hal itu. Namun pada bulan April 2022 atau pertengahan bulan Ramadan, para pegawai RPW meminta uang gaji yang belum dibayar.
Perempuan asal Manyar ini menjelaskan bahwa dirinya mendapat gaji Rp30.000 per hari. Namun seringkali dipersulit saat hendak meminta gaji.
“Waktu H-3 Hari Raya saya minta gaji dibilang sabar dulu masih cari pinjaman. Saya dan teman-teman nungguin sampai di malam H-2 Hari Raya. Tiba-tiba saya dikirimi pesan suara oleh Rista, yang intinya memaki-maki saya dianggap gak tau diuntung dan gak tau terima kasih,” bebernya.
Pesan suara itu yang membuat orang tua NFN sakit hati. Terlebih selama kerja di sana, omzet Babablack selalu tinggi, akan tetapi RPW justru mengaku tidak bisa menggaji karyawan. Justru memposting filler hidung dan sibuk jalan-jalan bersama suaminya.
“Saya kemudian kirim pesan terus untuk menagih gaji selama bekerja 1 bulan 2 mingguan atau sekitar Rp1.400.000. Akhirnya sehari sebelum lebaran terbayar,” kenang NFN.
Usai kejadian tersebut, NFN bersama 2 temannya memilih untuk resign. “Yang masih tetap bertahan cuma 1 orang,” tutupnya.
Sekadar diketahui, RPW dan SJF memiliki berbagai unit usaha, mulai dari minuman, jajanan, makanan ramen hingga parfum. Akan tetapi semua sudah tutup akibat bangkrut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu korban investasi sebesar Rp10.000.000 berinisial LKP mengaku meminta uang modal beserta laba kembali. Namun, RPW hanya memberikan janji-janji hingga satu tahun tak ada hasil.
RPW beralasan sedang kesulitan uang akibat ulah dari karyawan yang kabur dan tempat usahanya pada tutup.
“Dia juga bilang kalau kena santet sehingga bisnisnya tidak jalan dan tak bisa memberikan laba,” kata LKP, Kamis (13/2/2025).
“Dia sempat nyicil Rp300.000 tapi habis itu gak pernah lagi,” bebernya.
Lebih parah, salah satunya pria berinisial IB mengaku mengalami kerugian hingga Rp150 juta. Ia kemudian bersama dengan korban lainnya melaporkan SJF dan RPW ke Polres Gresik pada 6 Januari 2025 atas kasus dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.
Sementara, Kapolres Gresik AKBP Rovan Mahenu ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Masih pemeriksaan para saksi,” tegasnya.
