INFOGRESIK – Memasuki malam 27 Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelar Tradisi Pasar Bandeng selama 3 hari, yaitu pada tanggal 26-28 Maret 2025.
Pada perayaan Tradisi Pasar Bandeng 2025 kali ini selain diramaikan dengan Kontes Bandeng Kawak, juga ada pembagian 3.000 porsi makan ikan bandeng keropok untuk warga secara gratis. Juga ada live cooking bersama Master Chef Amrizal Nuril atau King Abdi.
Sejak Rabu (26/3/2025) sore, ribuan warga sudah memadati Kawasan Bandar Grissee, Jalan Basuki Rachmad Gresik tempat pasar bandeng digelar. Mereka tampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan.
Saidah, salah satu warga yang hadir, mengaku senang usai mendapat bandeng keropok secara gratis. Dia berharap kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun.
“Senang dapat gratis. Apalagi rasa bandeng enak,” kata perempuan yang tinggal di Kawasan Pelabuhan Gresik ini.
Sementara, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa di Gresik ada tradisi Pasar Bandeng yang memiliki sejarah yang kuat. Memang ini dulunya yang menggagas pertama kali yakni Sunan Giri dengan tujuan menggerakan perekonomian masyarakat.
“Tentu Pemkab Gresik terus mencoba kreativitas dalam menjaga tradisi Pasar Bandeng. Tahun ini kita meriahkan dengan mengundang live cooking King Abdi untuk memasak ikan bandeng. Mudah-mudahan, doa kami, para petani tambak terus eksis menjaga ekosistem budidaya ikan bandeng di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Gus Yani berharap agar masyarakat Gresik bisa gemar memakan ikan demi terhindar dari stunting. “Alhamdulillah tadi ribuan masyarakat makan ikan bandeng bareng secara gratis,” ungkapnya.
Senada, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menyebut pembagian ribuan porsi menu ikan bandeng yang ditata menggunakan nampan ini sebagai upaya dukungan Pemkab Gresik terhadap program Presiden Prabowo berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bandeng kan kaya akan protein dan omega 3 yang sangat bermanfaat bagi tubuh,” terangnya.
Lebih lanjut, dr. Alif menyampaikan bahwa Kontes Bandeng Kawak juga memiliki dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Gresik.
“Selain menjadi kebanggaan masyarakat, acara ini juga mendukung geliat ekonomi lokal, mulai dari pelaku UMKM, pedagang pasar bandeng, hingga industri kuliner berbasis olahan bandeng,” pungkasnya.
