INFOGRESIK – Memasuki hari ke-6 pencarian anak 9 tahun bernama Ahmada Ainun Haq asal Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, di Sungai Bengawan Solo, belum membuahkan hasil.
Tim gabungan dari BASARNAS, BPBD Jatim, BPBD Kab. Gresik, Tni-Polri, Kecamatan Dukun, Pemdes Dukun Anyar, SAR Pangkah, MDMC Gresik, RAPI, TRC Desa dan masyarakat sekitar, terus melakukan pencarian ke sejumlah titik. Mulai dari lokasi kejadian, Bendung Gerak Sembayat (BGS) hingga kawasan Ujungpangkah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Sukardi, mengatakan pada operasi kali ini tim gabungan sudah melakukan penyisiran dari pagi hingga sore hari, tapi korban belum ditemukan.
Baca juga: Urai Sampah hingga Eceng Gondok, Anak 9 Tahun di Dukun Masih Belum Ditemukan
“Belum ketemu. Besok terakhir pencarian. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan,” kata Kardi, Sabtu (7/6/2025).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (31/5/2025). Bermula saat Ahmada meninggalkan rumah setelah sarapan sekitar pukul 06.00 WIB. Namun anak autis ini tak kunjung kembali ke rumah sampai malam hari. Khawatir terjadi sesuatu, keluarga dibantu warga akhirnya melakukan pencarian akan tetapi tak membuahkan hasil.
Kemudian pada hari Minggu, 1 Juni 2025, warga menemukan tanda bekas pijakan kaki dan sandal milik Ahmada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Diduga, korban terpleset di sungai.
Adapun ciri-ciri korban yakni rambut hitam pendek lurus, kulit sawo matang dan mengenakan kaos warnah putih (gambar keluarga).
