INFOGRESIK – Luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik kian meluas hingga ke wilayah Kecamatan Cerme pada Senin (22/12/2025) siang. Selain merendam ratusan rumah di Kecamatan Benjeng, dilaporkan dua titik tanggul di wilayah Cerme jebol akibat derasnya debit air kiriman dari hulu.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik pukul 12.26 WIB, dua desa di Kecamatan Cerme terdampak, yakni Desa Dadapkuning dan Desa Ngembung.
Di kedua desa tersebut, tanggul dilaporkan jebol sepanjang 3 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter.
Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, melaporkan bahwa kondisi di Kecamatan Benjeng saat ini masih mengalami kenaikan air secara perlahan.
“Kondisi di Benjeng masih naik. Kami telah menyiagakan perahu lipat di Dusun Ngablak, Desa Kedung Rukem, dan saat ini sedang dilakukan rapat koordinasi untuk pendirian dapur umum di desa tersebut,” ungkap Sukardi dalam laporan resminya, Senin (22/12).
Di Kecamatan Benjeng, dampak terparah terjadi di Desa Kedung Rukem dan Desa Bulurejo, di mana masing-masing terdapat sekitar 250 rumah yang terendam air.
Ketinggian air di jalan poros desa bahkan mencapai 70 cm. Sejumlah fasilitas publik seperti Kantor Kecamatan Benjeng, pasar, Koramil, puskesmas pembantu (pustu), hingga gedung sekolah dan masjid juga masih tergenang.
Berbanding terbalik dengan Benjeng dan Cerme, kondisi banjir di Kecamatan Balongpanggang dilaporkan mulai mengalami penurunan. Meskipun enam desa di wilayah tersebut—Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karang Semanding, Banjar Agung, dan Pucung—masih tergenang, ketinggian air perlahan surut di beberapa titik pemukiman dan persawahan.
Baca juga: Banjir Luapan Kali Lamong Rendam Permukiman dan Sawah di Balongpanggang dan Benjeng
Hingga saat ini, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana ini. Namun, total lahan pertanian yang terendam di dua kecamatan, yakni Balongpanggang dan Benjeng, telah mencapai lebih dari 200 hektare.
BPBD Gresik bersama Dinas Sosial (Tagana), pihak kecamatan, BBWS, dan warga terus bersiaga melakukan monitoring Tinggi Muka Air (TMA) serta melakukan assessment dampak jebolnya tanggul di Cerme.
“Cuaca saat ini masih terpantau berawan disertai hujan ringan. Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air kiriman,” ungkap Kardi.
