INFOGRESIK – Aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh tiga anak Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gresik, yakni FN (12), HZ (9), dan HN (10) membuat banyak pihak prihatin. Tak terkecuali, Wakil Bupati (Wabup) Gresik dr. Asluchul Alif.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinas KBPPPA) serta Dinas Sosial (Dinsos) akan melakukan pendampingan secara serius.
Berdasarkan catatan, kasus curnamor yang mereka lakukan ini bukan kali pertama terjadi. Ketiganya pernah menjadi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam kasus serupa yang ditangani Polsek Manyar. Mereka juga mendapat pendampingan oleh pekerja sosial (peksos).
Namun, karena kejadian kembali terulang, penanganannya ditingkatkan menjadi intervensi bersama Polres Gresik, Dinas KBPPPA, dan Dinsos.
Wabup Gresik dr. Alif menyampaikan bahwa, saat ini Dinas KBPPPA Gresik melakukan pendampingan dalam proses hukum. Kemudian asesmen untuk penanganan lebih lanjut, serta koordinasi langsung dengan pihak keluarga ABH.
“Dinsos melalui pekerja sosial melaksanakan pendampingan dalam proses hukum dan upaya rehabilitasi sosial (rehabsos) guna memberikan pembinaan kepada anak tersebut,” ujar dr. Alif, Rabu (19/3/2025).
Dijelaskan, dari hasil asesmen awal yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang kurang mendukung, termasuk minimnya pengawasan keluarga. “Ini menjadi salah satu penyebab utama anak-anak ini kembali melakukan tindakan melanggar hukum,” jelasnya.
Dengan status dalam kategori ABH, lanjut dr. Alif, penanganannya dilakukan sesuai regulasi yakni melalui rehabilitasi sosial. Langkah ini bertujuan memastikan anak-anak yang terlibat tetap mendapatkan perlindungan.
“Ini sekaligus menjadi pembinaan agar tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” tegasnya.
Dia menambahkan, Dinsos Gresik mendukung langkah yang diambil oleh Dinas KBPPPA dalam penanganan kasus ini. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap perlindungan anak, Dinas KBPPPA memimpin koordinasi dalam pendampingan dan perlindungan ABH.
Sementara itu, Dinsos menjalankan peran sesuai kewenangannya, yaitu melaksanakan rehabilitasi sosial guna memastikan anak yang terlibat mendapatkan pembinaan yang sesuai.
“Kami tegaskan bahwa dalam setiap kasus yang melibatkan anak, kepentingan terbaik bagi anak harus selalu diutamakan. Anak-anak yang berhadapan dengan hukum akan mendapatkan bimbingan mental, fisik, spiritual, dan sosial agar dapat kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik,” ucap bapak tiga anak tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga anak SD tepergok membawa kabur sepeda motor milik korban Ade Fajar Muslimin, 35 tahun, warga Jalan Harun Thohir, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Selasa (18/3/2025). Mirisnya, aksi pencurian ini sudah dilakukan para pelaku sebanyak 4 kali.
