INFOGRESIK – Dua orang pengatur lalu lintas atau polisi cepek terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam (sajam) di pinggir Jalan Raya dr. Wahidin Sudirohusodo, dekat SPBU Bunder, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Video duel keduanya menggunakan sajam pada Rabu (30/10/2024) pagi ini pun viral di media sosial. Diketahui, penyebab perkelahian lantaran berebut lahan untuk memutar kendaraan di depan SPBU Bunder.
Polsek Kebomas, Polres Gresik mengamankan Imron warga Kota Surabaya dan Rohman asal Kabupaten Gresik. Keduanya terlibat tragedi berdarah akibat rebutan lahan polisi cepek.
Wakapolres Gresik, Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro mengatakan, perkelahian menggunakan senjata tajam itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Sekitar pukul 08.00 WIB telah terjadi perkelahian dua orang pria dengan menggunakan senjata tajam. Saat itu ada anggota polisi lalu lintas yang melintas dan langsung berhasil diamankan,” ungkapnya.
Pelaku Imron sudah menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan di kantor polisi. Sementara pelaku Rohman masih menjalani perawatan medis di RSUD Ibnu Sina.
Rohman terkena sabetan celurit di bagian telapak tangan bagian kanan. Setelah kondisi kesehatannya membaik, Rohman akan dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut
Sementara itu, pelaku Imron bercerita kepada awak media, bahwa tragedi carok itu dipicu rebutan lahan polisi cepek (supeltas) di lokasi putar balik depan SPBU dekat TKP.
Imron mengklaim bahwa dirinya yang membabat alas atau mengawali aktivitas polisi cepek di lokasi tersebut. Dirinya sudah sekitar 10 tahun di sana hingga menjadi sumber sandang pangan keluarganya.
“Sandang pangan yang membabat alas di situ saya. Kok yang diusir saya? Sekalian sama ada pengancaman ke saya (dibunuh, red),” tutur Imron saat ditemui di Polsek Kebomas.
Menurut Imron, lawannya tersebut ingin menguasai lahan yang selama ini menjadi tempatnya mencari nafkah. Ia pun tidak menyesali perbuatannya.
“Saya nggak menyesal, karena dia sudah mengusik tempat saya mencari nafkah untuk keluarga,” pungkas pria berusia 51 tahun kelahiran Sampang, Madura ini.
Diungkapkan, pelaku Rohman yang terlebih dahulu mendatanginya dengan membawa besi. Sementara Imron membawa celurit karena sudah ada pengancaman sebelumnya.
