INFOGRESIK – Kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Exit Tol Manyar, Kabupaten Gresik, pada Selasa (28/7/2026), membuat waktu tempuh para pengguna jalan meningkat drastis. Perjalanan yang biasanya hanya sekitar satu jam berubah menjadi lebih dari dua jam.
Kondisi tersebut dialami Azmi, warga Ujungpangkah, yang hendak mengajak keluarganya menuju Alun-alun Gresik. Menurutnya, perjalanan yang biasa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam kali ini memakan waktu lebih dari dua jam.
Durasi perjalanan tersebut bahkan hampir setara dengan waktu tempuh dari Gresik menuju Malang melalui jalur tol.
“Macet. Anak sampek rewel. Rasanya pegel di jalan,” ungkap Azmi.
Baca juga: Dikebut Lewat Lembur, Pembangunan Jembatan Manyar Lama Gresik Capai 75 Persen
Kemacetan juga memicu banyak keluhan di media sosial. Salah satunya disampaikan pengguna Instagram @sinunuuuu, M.S. Wisnu, yang mengaku kesal karena lalu lintas nyaris tidak bergerak.
“Kabupaten kok koyok dino minggu. Ga ‘masuk blas’. Ancen model e proyek e cul cul an ta iki kok gak ketok polisi blas ngene,” tulisnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Yudi Dwi Prasetya, menjelaskan bahwa pekerjaan rekonstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) atau betonisasi di ruas Exit Tol Manyar telah dimulai sejak 22 Juli 2026.
Menurutnya, kepadatan lalu lintas diperparah oleh adanya oknum yang mengatur buka-tutup arus kendaraan di luar hasil koordinasi dengan Satlantas Polres Gresik dan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik. Selain itu, kemacetan juga dipicu oleh sebuah truk tronton yang mengalami patah as.
“Infonya ada pak ogah yang buka tutup tidak sesuai hasil koordinasi dengan Lantas (Satlantas, red) dan Dishub Gresik. Selain lalu lintas padat, juga ada tronton patah as,” ujar Yudi kepada Infogresik.
Baca juga: Sering Bikin Pengendara Jatuh, Tim Mas Kaji Ain Tambal Mandiri Jalan Nasional Berlubang di Manyar
Pekerjaan betonisasi tersebut ditargetkan selesai pada 22 Agustus 2026. Selama proses pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan dua arah menggunakan satu lajur secara bergantian.
Bagi pengendara roda dua maupun roda empat dari arah Lamongan menuju Kota Gresik, disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Leran, belok kanan ke Jalan Poros Banjarsari, kemudian menuju Jalan KH Syafi’i dan belok kanan ke arah Suci.
Hingga berita ini ditulis, kemacetan masih terjadi di kawasan Manyar. Antrean kendaraan juga dilaporkan mengular hingga memengaruhi arus lalu lintas di akses menuju gerbang tol.
