INFOGRESIK – Pemerintah Desa (Pemdes) Bolo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, terus memperkuat strategi penanganan stunting secara terpadu dan komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting, mulai dari perencanaan program hingga pelaksanaan intervensi yang tepat sasaran.
Berbagai pendekatan terus disempurnakan agar penanganan stunting berjalan lebih terintegrasi dan efektif. Keberhasilan menurunkan angka stunting dinilai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif tenaga kesehatan, kader desa, serta masyarakat secara luas.
Kepala Desa Bolo, Ihsanul Hakim, menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan kerja sama seluruh elemen untuk menyamakan langkah dan memperkuat upaya pencegahan secara sistematis, mulai dari edukasi hingga intervensi langsung kepada masyarakat.
Baca juga: Kolaborasi Dinkes Gresik dan Cargill Perkuat Literasi Cegah Stunting Lewat Buku KIA
“Mari kita satukan komitmen, menyamakan langkah, dan memperkuat kerja sama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di desa kita,” ujar Ihsan saat kegiatan Rembuk Stunting, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, evaluasi terhadap pelaksanaan program penanganan stunting perlu dilakukan secara berkala agar aksi konvergensi yang dijalankan dapat berjalan efektif dan menghasilkan penurunan angka stunting yang signifikan.
“Upaya ini membutuhkan kepedulian dan keterlibatan kita semua,” katanya.
Baca juga: Membanggakan, Tim Voli Putra Desa Bolo Juara 1 di Turnamen Golokan Cup 2025
Ihsan berharap kegiatan Rembuk Stunting dapat menjadi wadah untuk merumuskan program dan rencana aksi yang tepat sasaran. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mewujudkan penanganan stunting yang efektif di Desa Bolo sekaligus menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting di masa depan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan usulan dan rencana aksi yang tepat sasaran, sehingga program pencegahan stunting di desa kita dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
