INFOGRESIK – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, merespons tegas aksi vandalisme berupa pelemparan batu terhadap bus Trans Jatim Koridor 4 (Gresik–Lamongan) yang terjadi di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kamis (15/1/2026).
Emil menegaskan pemerintah tidak akan kalah oleh tindakan oknum tidak bertanggung jawab tersebut dan memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan normal.
Menurut Emil, insiden itu tidak akan mengubah rute perjalanan yang telah ditetapkan. Ia menilai layanan Trans Jatim telah menjadi kebutuhan penting dan sangat dicintai masyarakat.
“Tentu itu tidak boleh menyurutkan langkah kita untuk menyediakan layanan yang sudah sangat dicintai masyarakat. Kami berkoordinasi dengan kepolisian mengenai penjagaan, karena rute tidak akan kita rubah hanya untuk menghindari tingkah laku tersebut,” tegas Emil saat ditemui di acara HUT Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Jawa Timur di Warung Kae, Ujungpangkah, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Bus Trans Jatim Koridor 4 Dilempar Batu di Area JIIPE Gresik, Kaca Retak Parah
Wagub Emil menilai aksi pelemparan batu tersebut merupakan tindakan individual yang tidak mencerminkan sikap masyarakat secara umum. Ia pun mengajak warga sekitar untuk turut berperan aktif menjaga keamanan sarana transportasi publik.
“Harapan kami masyarakat setempat juga ikut membantu untuk kita bisa mencegah hal tersebut terjadi. Ini bagian dari upaya kita mendewasakan proses di tengah masyarakat kita,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa pelemparan batu terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 06.26 WIB. Berdasarkan keterangan salah satu penumpang, Furi Asfiatul Ain, pelaku yang mengendarai sepeda motor melemparkan batu hingga menyebabkan kaca bus sebelah kanan, nomor dua dari depan, retak parah.
“Kaca sebelah kanan dilempar batu oleh orang naik sepeda motor di area JIIPE. Pelakunya apa tidak memikirkan keselamatan penumpang? Yang duduk di sebelah situ sampai kaget,” ungkap Furi melalui akun media sosialnya.
Baca juga: HUT ke-2 di Gresik, PKDI Jatim Luncurkan Program ‘Ngopi Bareng’ untuk Atasi Keterbatasan Fiskal Desa
Akibat kejadian tersebut, operasional bus sempat terhambat dan menyebabkan sejumlah penumpang, yang mayoritas pekerja dan pelajar, mengalami keterlambatan aktivitas.
Merespons insiden ini, pihak kepolisian bergerak cepat. Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menyatakan telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
“Kami sudah perintahkan anggota untuk turun mengecek ke lapangan. Kasus ini segera kami tindak lanjuti,” tegas Ramadhan saat dikonfirmasi.
