INFOGRESIK – Angin segar berhembus di Gresik menjelang perayaan hari jadinya yang ke-539 sekaligus HUT Pemerintah Kabupaten ke-52. Di tengah persiapan pesta rakyat, kabar membanggakan datang dari ibu kota.
Gresik resmi dinobatkan sebagai satu dari sedikit daerah di Indonesia yang meraih penghargaan kinerja pengelolaan sampah sertifikat menuju kabupaten bersih.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, mengungkapkan bahwa proses kurasi tahun ini berlangsung ketat. Dari 420 kabupaten/kota yang dinilai secara nasional, tidak ada satu pun daerah yang berhasil meraih predikat Adipura Kencana maupun Adipura.
Baca juga: Keren! Pemkab Gresik Kini Punya Mesin ‘Penambang’ Sampah Berkapasitas 25 Ton/Jam
“Alhamdulillah Gresik berhasil menembus posisi elit sebagai salah satu dari hanya 35 daerah yang meraih predikat ‘Menuju Kabupaten Bersih’. Semoga capaian ini semakin menambah semangat kami,” ungkapnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menyebut capaian ini sebagai kado istimewa jelang hari jadi daerahnya. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan cerminan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Alhamdulillah, di momen Hari Ulang Tahun Pemkab Gresik yang ke-52 serta Hari Jadi Kabupaten Gresik yang ke-539, Pemerintah Kabupaten Gresik hari ini mendapatkan apresiasi dari Bapak Presiden melalui Kementerian Lingkungan Hidup.
Apresiasi ini berupa penghargaan kinerja pengelolaan sampah sertifikat menuju kabupaten bersih. Capaian ini adalah buah dari kerja keras seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani.

Dari Hulu ke Hilir: Sampah Jadi Berkah
Keberhasilan ini ditopang integrasi teknologi dan kolaborasi multipihak. Pemkab Gresik telah menerapkan sistem Material Recovery Facility (MRF), optimalisasi bank sampah, serta menjalin kerja sama strategis dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF).
Langkah tersebut sejalan dengan visi nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Gus Yani pun mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Gresik untuk terus peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing, sejalan dengan RPJMN Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dengan semangat ASRI (aman, sehat, resik, dan indah). Mudah-mudahan Gresik semakin sehat, semakin bersih, dan masyarakat semakin sejahtera,” lanjutnya.
Meski membawa pulang penghargaan serta tambahan tiga unit motor sampah sebagai reward operasional, tantangan masih menanti. Menteri Lingkungan Hidup mengingatkan bahwa target pengelolaan sampah nasional pada 2026 diproyeksikan meningkat hingga 57,3 persen.
Bagi Gresik, penghargaan ini menjadi pijakan awal menuju standar pengelolaan lingkungan yang lebih tinggi.
“Sekali lagi, selamat dirgahayu Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kabupaten Gresik. Semoga senantiasa diberikan keberkahan dan kesejahteraan,” tutupnya.
