INFOGRESIK – Aktivitas pembangunan jalan ruas Yosowilangun–Suci di Kecamatan Manyar, tepatnya di Jalan Brotonegoro, oleh Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dikeluhkan para pedagang di kawasan Perum Gresik Kota Baru (GKB).
Sejak dimulainya pembangunan pada Agustus lalu, sistem buka-tutup jalan diberlakukan dari pagi hingga sore. Imbasnya, omset pedagang menurun drastis, bahkan ada yang terpaksa menutup usaha.
“Omset bisa turun sampai 60% padahal tetap harus bayar sewa tempat. Ada juga UMKM yang akhirnya angkat kaki. Kalau buka ya sekadar aji mumpung, siapa tahu ada yang beli,” ungkap Angga Darmawan, pedagang pisang goreng yang terdampak, Rabu (10/9/2025).
Angga menambahkan, meski sebelumnya sudah ada edaran terkait proyek pembangunan sejak Agustus hingga November 2025, ia tak menyangka dampaknya sebesar ini. “Pembangunan jalan Brotonegoro gak onok kompensasi gawe pedagang UMKM sekitar t? Opo dijarno gak mangan masyarakate. Gak mari-mari ngene,” keluhnya.
Baca juga: 100 Hari Kerja, Bupati dan Wabup Gresik Tuntaskan Perbaikan Jalan Rusak Sepanjang 17 Kilometer
Keluhan serupa juga datang dari pengelola Cafe Natura. Selain omset yang turun, mereka juga mengeluhkan debu yang beterbangan.
“Customer mau ke tempat kami tidak dikasih jalan oleh pihak perbaikan. Dari pagi sampai sore kita hanya gigit jari. Belum lagi harus nyiram jalan sendiri, otomatis ada pengeluaran tambahan untuk air,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPUTR Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menyampaikan permohonan maaf atas dampak pembangunan jalan terhadap pedagang maupun pengguna jalan.
“Jalannya kita aspal. Kalau galian dilakukan malam, proyek bisa terlambat sekali. Mungkin gak nyaman sebentar njih. Kalau pekerjaan perkerasan bisa malam,” ujar perempuan yang akrab disapa Dhian kepada Infogresik.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan ruas Yosowilangun–Suci terdiri dari dua segmen. Segmen pertama memiliki lebar 10–9 meter dengan panjang 175 meter, sedangkan segmen kedua lebar 5 meter dengan panjang 350 meter.
“Kami setiap siang hari melakukan penyiraman air di lokasi untuk mengurangi debu,” tambahnya.
Proses pembangunan ini ditargetkan selesai pada November 2025.
