INFOGRESIK – Kabupaten Gresik bersiap menyambut lonjakan peziarah. Menjelang bulan suci Ramadan, aktivitas wisata religi di makam Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim mulai meningkat. Di balik kekhusyukan doa yang dipanjatkan, tantangan klasik kembali muncul: kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan.
Menyadari potensi persoalan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik mengambil langkah antisipatif. Sejak awal Januari 2026, personel Dishub telah disiagakan di sejumlah titik krusial untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, khususnya di kawasan rawan kemacetan.
Fokus pengamanan lalu lintas diarahkan ke kawasan Jalan Sunan Giri. Di lokasi ini, keberadaan kendaraan besar serta mobil pribadi yang parkir di bahu jalan kerap memicu antrean panjang.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Gresik, Muhammad Nugroho, menjelaskan bahwa penempatan petugas dilakukan seiring dengan prediksi peningkatan jumlah peziarah dalam waktu dekat.
Baca juga: Meresahkan Warga, Dishub dan Polres Gresik Tertibkan Jukir Liar
“Jadi teman-teman Dishub sudah ada di sana untuk mengatur dan membantu tempat parkir di Sunan Giri. Karena banyak kendaraan besar atau kendaraan pribadi yang diparkir di tepi jalan,” kata Nugroho, Selasa (20/1).
Selain parkir sembarangan, Nugroho menyebut aktivitas putar balik kendaraan di ruas jalan sempit menjadi penyebab kemacetan lainnya.
“Putar balik antara dari arah Sekarkurung ke atas dan sebaliknya dari arah Kebomas ke arah makam. Sehingga menyebabkan kemacetan dan ditambah lagi para pekerja online yang mengantar pengunjung dan putar balik itu yang menyebabkan kemacetan. Jadi teman-teman sudah mulai mengatur lalu lintas dan tempat parkir disana,” ujarnya.
Di lapangan, pengawasan dilakukan secara intensif setiap hari. Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah Kota, Muhammad Mansyur Arif, mengatakan penertiban terus dilakukan, terutama pada akhir pekan.
“Kami setiap hari ada di sana apalagi Sabtu dan Minggu,” ucap Arif.
Ia menjelaskan, sebanyak empat petugas disiagakan setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB untuk memastikan tidak ada kendaraan yang parkir sembarangan.
Untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir di sekitar kawasan makam, Dishub Gresik telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi. Terminal Sekarkurung diperuntukkan bagi peziarah Sunan Giri, sedangkan Terminal Lumpur disiapkan bagi pengunjung Sunan Maulana Malik Ibrahim.
Sementara itu, kendaraan jenis elf yang kerap berupaya mendekat ke pintu masuk makam Sunan Giri diarahkan ke lokasi alternatif.
“Untuk kendaraan elf, biasanya ingin mendekat ke pintu masuk Sunan Giri. Karena itu kami arahkan ke parkiran kapasitas 25 kendaraan milik desa di Jalan Sunan Prapen,” ujar Arif.
Meski pengaturan telah dilakukan secara maksimal, Dishub Gresik mengakui keberhasilan pengendalian lalu lintas juga sangat bergantung pada kesadaran dan kerja sama para pengguna jalan.
Menutup keterangannya, pihak Dishub menyampaikan permohonan maaf atas potensi kendala di lapangan sekaligus berharap dukungan masyarakat demi kelancaran wisata religi.
“Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami mohon maaf apabila masih ada kendala di lapangan, karena keterbatasan personal dan kondisi masyarakat yang sering parkir sembarangan karena terburu-buru,” ucapnya.
Dengan pengaturan ini, Dishub Gresik berharap para peziarah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa harus terjebak kemacetan di kawasan wisata religi Sunan Giri.
