INFOGRESIK – Jika melintasi Jalan HOS Cokroaminoto di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, perjalanan mungkin hanya memakan waktu kurang dari satu menit. Maklum, jalan ini dinobatkan sebagai yang terpendek di Indonesia dengan panjang hanya sekitar 50 meter.
Namun, di balik singkatnya bentangan jalan tersebut, berdiri sebuah tempat makan legendaris yang mampu “menghentikan waktu”, yakni Depot Hidayah.
Berdiri sejak tahun 1968, Depot Hidayah bukan sekadar tempat mengisi perut, melainkan ruang nostalgia bagi pecinta kuliner lawas. Saat melangkah masuk, pengunjung akan disambut ornamen-ornamen klasik yang menghiasi dinding, seolah membawa kembali suasana dapur era 1970-an.
Sosok di balik keberlangsungan depot ini adalah Hidayah. Ia bukan sekadar pengelola, tetapi juga bagian dari identitas tempat tersebut. Nama “Hidayah” sendiri diambil dari namanya, yang diberikan sang ibu saat pertama kali merintis usaha ini.
“Jadi nama depotnya itu ya nama saya, dahulu ibu saya sengaja memberikan nama depotnya dengan nama anaknya, dan hingga kini eksis dan saya lanjutkan,” tutur Hidayah.
Kesetiaan Hidayah terhadap warisan ibunya tak hanya terlihat dari nama, tetapi juga dari konsistensi rasa. Di dapur, takaran bumbu tetap menjadi aturan utama tanpa banyak perubahan.
“Resep dan cita rasa yang disajikan tidak banyak berubah sejak pertama kali dirintis. Bahkan soal bumbu dan takarannya semua diukur sehingga rasanya tidak berubah,” ungkapnya.

Harmoni Rasa dalam Sepiring Nasi Campur
Menu andalan di Depot Hidayah adalah nasi campur yang telah menjadi favorit lintas generasi di Gresik. Selain itu, sop buntut dengan daging empuk, kare gurih, bistik, hingga rawon juga menjadi pilihan utama pelanggan.
Konsistensi rasa inilah yang membuat pelanggan terus kembali. Salah satunya Ricke Mayumi, anggota DPRD Gresik, yang telah mengenal depot ini sejak kecil.
“Rasanya masih sama seperti dulu. Tempatnya juga dipertahankan, jadi benar-benar membawa suasana zaman dulu,” kata Ricke, Sabtu (18/4/2026).
Baginya, setiap suapan sop buntut menjadi pengingat hangat masa kecil. “Ini jadi salah satu tempat yang selalu mengingatkan masa kecil.”
Baca juga: Menikmati Kelezatan Rujak Cingur Bu Is Sidomoro Kebomas, Kuliner Legendaris Sejak 2003
Hidayah sengaja mempertahankan bangunan dan furnitur lama agar pelanggan tetap bisa merasakan “jiwa” masa lampau.
“Nuansa klasik khas era 1970-an sengaja kami pertahankan, hal ini membuat pengunjung seolah diajak kembali ke masa lampau,” ujarnya.
Depot Hidayah buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Di sana, di atas jalan terpendek di Indonesia, sejarah panjang kuliner Gresik terus hidup dalam setiap hidangan yang disajikan.
