INFOGRESIK – Sebanyak 75 siswa dari keluarga pra sejahtera di Kabupaten Gresik siap menempuh pendidikan di Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik.
Sebelum masuk sekolah pada bulan Agustus mendatang, para siswa mengikuti sosialisasi Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 di Aula Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Kamis (3/7/2025).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program ini sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi emas dari kalangan termarjinalkan.
“Cita-cita kalian tidak boleh terkubur oleh kemiskinan. Sekolah ini menjawab kebutuhan itu,” kata Yani, Kamis (3/7/2025).
Yani menjelaskan, bahwa program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan 2, yakni kelompok penerima manfaat terbawah dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Tahun ini, sebanyak 32 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan diterima. Mereka akan memulai proses belajar di UPT SMPN 30 Gresik, Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, sebelum dipindahkan ke lokasi permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.
“Banyak keunggulan dari Sekolah Rakyat. Di sini murid-murid bisa terus terpantau setiap saat dan hal ini sangat penting di era sekarang. Saya sangat optimis,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, menambahkan bahwa program ini tak sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, moral, dan kepemimpinan.
“Sistem boarding school membutuhkan keikhlasan orang tua. Dengan doa dua arah, dari anak dan orang tua, insyaallah kita bisa mengetuk pintu langit dan mengubah masa depan,” ujarnya.
Senada, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gresik Suprapto, menyampaikan bahwa kurikulum Sekolah Rakyat tetap menggunakan kurikulum nasional jenjang SMA, ditambah pendidikan karakter seperti kepemimpinan, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan.
“Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya sistemik pemerintah daerah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ucapnya.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program Bapak Presiden Republik Indonesia yang dirancang dalam bentuk asrama terpadu. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek penting kehidupan siswa — pendidikan, kesehatan, dan lingkungan — dapat terjamin dengan baik.
