INFOGRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus memacu perbaikan infrastruktur jalan.
Berdasarkan data terbaru, dari total 566,61 kilometer jalan kabupaten, sepanjang 19,75 kilometer atau sekitar 3,48 persen di antaranya masih dalam kondisi rusak berat.
Kepala DPUTR Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menjelaskan bahwa meski masih ada titik kerusakan, tingkat kemantapan jalan di Gresik (kondisi baik dan sedang) saat ini telah mencapai 70,46 persen atau sepanjang 399,21 km. Sisanya, kondisi rusak ringan tercatat 147,65 km atau 26,06 persen.
“Sejak 2021 hingga saat ini, kami terus berupaya menyelesaikan berbagai perbaikan jalan, termasuk menyediakan lahan untuk dukungan jalan nasional yang ditargetkan tuntas pada 2025,” ujar Dhiannita, Selasa (23/12/2025).
Baca juga: Sering Picu Kecelakaan, Perbaikan Jalan Raya Manyar Gresik Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Pada tahun anggaran 2025, Bidang Bina Marga DPUTR Gresik telah menyiapkan 27 paket pekerjaan strategis. Paket tersebut meliputi 10 paket peningkatan jalan, 11 paket pelebaran, 2 paket rekonstruksi, serta 3 paket pekerjaan jembatan.
Dhiannita merinci, total volume lelang pekerjaan jalan tahun depan mencapai 18.090,5 meter. Jika ditambah dengan pemeliharaan rutin sepanjang 6.377 meter, maka total pekerjaan jalan Bina Marga pada 2025 diproyeksikan mencapai 24.467,5 meter.
“Selain jalan, kami juga fokus pada 10 unit jembatan yang berkondisi rusak berat. Tahun depan ada pembangunan dua jembatan baru dan rehabilitasi dermaga apung di Bawean,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur dilakukan berdasarkan skala prioritas dan laporan masyarakat. Salah satu program unggulan tahun depan adalah peningkatan Jalan Bungah–Dukun sepanjang 4 kilometer.
Baca juga: Cegah Kecelakaan, Polisi Semprot Cat Jalan Berlubang di Gresik
“Jalan Bungah–Dukun akan dilebarkan hingga 8 meter dengan rabat beton di sisi kanan dan kiri. Selain itu, ruas Jalan Duduksampeyan–Betoyo Suci sepanjang 600 meter juga akan dibeton karena berbatasan langsung dengan jalan nasional,” jelas Eddy.
Terkait keluhan masyarakat, Eddy menyebut pihaknya memanfaatkan layanan call center 112 ‘Lapor Gus’ untuk merespons cepat laporan kerusakan jalan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Gresik.
