INFOGRESIK – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap pengembangan inovasi ditegaskan sebagai program yang tidak dapat ditawar. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membuka Gresik Innovation Festival (GINOFEST) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik, Jumat (5/12/2025).
Mengangkat tema “Kreativitas Tanpa Batas, Inovasi Tanpa Henti untuk Gresik Mandiri”, festival yang diinisiasi Bappeda ini menjadi panggung yang menegaskan bahwa semangat berinovasi harus terus menyala, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.
Sekda Achmad Washil menegaskan bahwa inovasi merupakan jalan keluar strategis untuk mengatasi keterbatasan sumber daya. Ia mengingatkan bahwa kondisi anggaran yang ketat tidak boleh menjadi alasan bagi perangkat daerah untuk berhenti melahirkan solusi kreatif.
“Meski terjadi penyesuaian dan pemotongan anggaran dari pusat, perangkat daerah tidak boleh berhenti berinovasi,” tegas Sekda.
Baca juga: Buka Ginofest, Bupati Gresik Berharap Karya dan Inovasi Peserta dapat Dimanfaatkan Pemkab
“GINOFEST bukan sekadar event pameran dan kompetisi, tetapi merupakan wadah untuk membangun sinergi dan jejaring kolaborasi. Saya berharap seluruh inovasi yang ditampilkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat diadopsi, dikembangkan, dan direplikasi sehingga benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Pesan ini selaras dengan pandangan Himawan Esty Bagio, Koordinator Bidang Investasi dan Inovasi BRIDA Jawa Timur, yang hadir sebagai tamu. Ia menempatkan inovasi sebagai cerminan kemajuan daerah.
“Saat ini inovasi menjadi tanda bahwa sebuah daerah itu maju. Hampir semua daerah menjadikan inovasi sebagai ukuran keberhasilan kinerja suatu OPD,” ujarnya.
Selama dua hari penyelenggaraan, GINOFEST 2025 memamerkan potensi luar biasa Gresik di bidang inovasi. Sebanyak 26 stan pameran menampilkan inovasi terbaik dari berbagai jenjang pendidikan hingga perangkat daerah, menggambarkan sinergi antara dunia akademik dan birokrasi.
Karya yang dipamerkan meliputi aplikasi digital dan prototipe teknologi dari universitas dan perangkat daerah; inovasi agribisnis dan produk olahan berbasis potensi lokal; serta solusi kreatif dari pelajar SD/MI hingga SMA/SMK/MAN.
Baca juga: Inovasi Digitalisasi Pengelolaan Sampah Karya Waste Connect Jadi Juara 1 Gresik Inovasi Kompetisi
Kepala Bappeda Kabupaten Gresik, Edy Hadisiswoyo, menjelaskan bahwa GINOFEST dirancang sebagai motor penggerak kolaborasi berkelanjutan. Rangkaian kegiatan juga mencakup talkshow dan diseminasi hasil inovasi untuk mendorong transfer pengetahuan lebih luas.
“Antusiasme inovator juga terbukti dari tingginya partisipasi dalam Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025, dengan total ratusan peserta dari Kategori Perangkat Daerah (43 peserta) dan Kategori Umum yang mencakup inovasi berbasis website/mobile app, agribisnis, hingga sosial-budaya,” ungkapnya.
Usai membuka acara, Sekda Gresik Achmad Washil secara langsung meninjau setiap stan pameran, memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para inovator yang telah menghadirkan ide dan solusi konkret bagi pembangunan daerah.
GINOFEST 2025 menjadi penegas bahwa di Gresik, inovasi adalah investasi yang tidak akan pernah dihentikan.
