INFOGRESIK – Semangat memperingati Hari Kartini terasa meriah di Wisata Alam Gosari, Selasa (21/04/2026).
Dalam rangka menghormati jasa Raden Ajeng Kartini, pengelola wisata menyediakan 2.000 tiket masuk gratis bagi pengunjung yang datang mengenakan kebaya dan busana adat.
Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan wisata edukasi tersebut telah dipadati pengunjung sejak pagi. Rombongan anak-anak, guru, hingga wali murid dari berbagai lembaga pendidikan tampak antusias memadati area wisata. Sebagian di antaranya juga menikmati perjalanan menggunakan kereta wisata yang tersedia.
Ketua Pengelola Wagos, Misbakhud Dawam, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk penghargaan nyata terhadap perjuangan emansipasi perempuan yang dipelopori Kartini.
Baca juga: Anak-Anak Bergembira, Cukup Kenakan Atribut Busana Hari Kartini Bisa Masuk Wisata Alam Gosari Gratis
“Dari momen Hari Kartini ini, ibu-ibu guru dan wali murid memakai busana Kartini. Maka kami gratiskan masuknya, sebagai bentuk penghargaan atas jasa beliau,” ujarnya.
Ia menambahkan, sedikitnya 30 lembaga pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga MI turut memeriahkan kegiatan ini. Para peserta berasal dari berbagai wilayah, seperti Sidayu, Ujungpangkah, hingga Panceng.
Nuansa budaya terasa kental di seluruh area wisata dengan hadirnya beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan tari hingga fashion show busana adat Nusantara. Selain itu, pengunjung juga menikmati berbagai wahana permainan yang tersedia.
“Semua pengunjung tampak bahagia, senang, dan menikmati fasilitas yang ada,” ungkapnya.
Baca juga: Raih Penghargaan Gold di Ajang CSR dan PDB Awards 2025, Kades Gosari: Terima Kasih atas Dukungannya
Antusiasme juga datang dari wali murid yang hadir. Ria, salah satu wali murid asal Ujungpangkah, menilai kegiatan ini memberikan nilai edukasi tambahan bagi anak-anak.
“Anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga belajar mengenal budaya. Apalagi suasananya menyenangkan dan banyak wahana yang bisa dicoba,” tuturnya.
Melalui program tiket gratis dan pagelaran budaya ini, Wagos berhasil menghadirkan ruang edukasi sejarah yang inklusif sekaligus menyenangkan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Gresik Utara.
