INFOGRESIK – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacab Dindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Agus Eko Suwandi, memberikan pengarahan tegas dalam penutupan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) SMA sederajat di SMAN 1 Manyar, Jumat (13/2/2026).
Di hadapan para kepala sekolah, ia menekankan bahwa stabilitas wilayah sekolah merupakan keharusan sebagai fondasi prestasi.
Eko menegaskan bahwa kepala sekolah harus bertindak sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan. Ia meminta para pemimpin satuan pendidikan memiliki kemampuan deteksi dini agar masalah tidak berkembang dan menjadi viral di media sosial.
“Jangan menunggu gaduh baru bertindak. Jangan menunggu laporan viral baru bergerak. Pemimpin harus hadir sebelum masalah menjadi krisis,” ujar Eko.
Selain faktor stabilitas, Eko menguraikan tiga pilar utama bagi nahkoda sekolah: kinerja, inovasi, dan integritas. Ia menuntut setiap sekolah wajib melahirkan minimal satu inovasi berdampak setiap semester. Inovasi tersebut, menurutnya, harus menjadi solusi nyata atas persoalan di lapangan, bukan sekadar seremonial.
Dalam hal tata kelola, integritas menjadi sorotan utama. Eko mengingatkan agar administrasi sekolah harus tertib dan siap diaudit kapan saja. Ia menekankan perlunya transparansi, terutama terkait hak-hak pegawai yang tidak boleh terlambat.
“Kepala sekolah bukan sekadar administrator, tetapi penggerak sistem yang visioner. Administrasi yang rapi adalah tanda organisasi yang kuat,” tambahnya.
Menariknya, Eko memberikan tantangan berupa sistem “Nilai Awal 100” bagi seluruh kepala sekolah di Gresik. Nilai tersebut akan bertambah jika prestasi meningkat dan wilayah tetap kondusif. Sebaliknya, nilai akan dikurangi jika terjadi konflik berulang atau respons lambat terhadap persoalan.
Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh elemen pendidikan—mulai dari kepala sekolah, guru, hingga pengawas—untuk melakukan transformasi kolektif. Tujuannya membawa sekolah negeri di Gresik menjadi rujukan nasional melalui prestasi di ajang OSN, O2SN, FLS2N, hingga LKS.
“Mari kita naik kelas dalam stabilitas, kinerja, tata kelola, dan prestasi. Gresik harus menjadi contoh,” pungkasnya.
