INFOGRESIK – Proses pencarian anak 9 tahun bernama Ahmada Ainun Haq asal Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, yang diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo terus dilakukan tim gabungan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Sukardi, mengatakan pada operasi pencarian hari ketiga ini tim gabungan melakukan penyisiran ke sejumlah titik.
“Kami juga melakukan penguraian sampah dan eceng gondok sejauh 1 KM. Namun korban masih belum ditemukan,” ujar Kardi, Rabu (4/6/2025).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (31/5/2025). Bermula saat Ahmada meninggalkan rumah setelah sarapan sekitar pukul 06.00 WIB. Namun, ia tak kembali ke rumah sampai malam hari. Khawatir terjadi sesuatu, keluarga dibantu warga akhirnya melakukan pencarian akan tetapi tak membuahkan hasil.
Kemudian pada hari Minggu, 1 Juni 2025, warga menemukan tanda bekas pijakan kaki dan sandal milik Ahmada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Diduga korban terpleset di sungai.
Baca juga: Anak 9 Tahun di Dukun Hilang Misterius, Warga dan Tim Gabungan Sisir Sungai Bengawan Solo
Proses pencarian akhirnya melibatkan tim gabungan meliputi jajaran TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan Dukun dan Basarnas, serta BPBD Gresik, melakukan penyisiran di sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Dukunanyar.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, mengatakan pencarian dilakukan di sekitar lokasi bantaran Sungai Bengawan Solo dengan menerjunkan sebanyak dua tim gabungan dengan menggunakan perahu karet.
“Kami menerjunkan dua tim gabungan, meliputi SAR dan BPBD Gresik. Sampai sekarang masih pencarian, belum ketemu. Dugaannya korban tercebur karena ada jejak sandal dan kaki di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo,” ujarnya, Selasa (3/6/2025).
