INFOGRESIK – Puluhan ribu pelajar lulusan SMP Negeri/Swasta tahun ajaran 2024/2025 di Kabupaten Gresik, bakal menerima Ijazah Elektronik (E-Ijazah). Hebatnya, ini menjadi yang pertama di Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Inovasi hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik tersebut sudah mulai dilakukan.
Plt. Kepala Dinas Kominfo Gresik, Johar Gunawan, menyampaikan bahwa terdapat 125 SMP di Kabupaten Gresik yang siap menerapkan sistem ijazah elektronik, terdiri dari 35 SMP negeri dan 90 SMP swasta.
Nantinya, para pelajar akan menerima ijazah dalam dua format, yaitu file digital dan PDF, yang dapat diakses maupun dicetak kapan saja jika diperlukan.
“Kami memfasilitasi pembuatan akun email dan tanda tangan elektronik (TTE) bagi kepala sekolah,” kata Johar, Kamis (5/6/2025).
Johar menyebut bahwa pihaknya mendukung penuh program ini dengan menyiapkan seluruh kebutuhan teknis yang menyangkut digitalisasi. Termasuk melakukan sosialisasi kepada operator sekolah terkait verifikasi keabsahan ijazah elektronik serta cara penyimpanannya.
“TTD elektronik ini menjadikan birokrasi lebih cepat, efisien, tidak terbatas lokasi, dan tentu ramah lingkungan,” ucapnya.
Menurut Johar, Diskominfo juga memberikan edukasi kepada sekolah tentang pentingnya menyimpan ijazah digital dengan benar, sehingga apabila terjadi kehilangan akibat bencana seperti banjir atau kebakaran, siswa tetap memiliki salinan ijazah yang sah.
“Jadi ijazah ini nantinya tersimpan dan keabsahan sangat terjamin, karena terintegrasi dengan sistem dan bisa diakses melalui website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Termasuk bisa sebagai antisipasi penahanan ijazah,” ujarnya.
Senada, Kepala Bidang Pendidikan Pengelolaan SMP Dispendik Gresik, Syifaul Qulub, menjelaskan pihaknya sudah melakukan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan menghadirkan kepala sekolah SMP negeri dan swasta yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk menyukseskan penerapan E-Ijazah mulai Tahun Ajaran 2024/2025.
“Kita semua harus siap menghadapi era digital. Ini langkah konkret untuk memberikan kemudahan dan perlindungan kepada peserta didik,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Afuk itu.
Dispendik Gresik juga memastikan bahwa seluruh data peserta didik sudah berhasil diunggah ke dalam aplikasi E-Ijazah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Verifikasi dan validasi data pun telah dilakukan, termasuk terhadap Data Nominasi Sementara (DNS) dan Residu DNS, guna memastikan setiap informasi peserta didik dan kepala sekolah benar-benar akurat.
“Dengan kolaborasi Dispendik dan Diskominfo yang solid, kami yakin Gresik bisa menjadi contoh sukses penerapan E-Ijazah di Jawa Timur,” pungkasnya.
