INFOGRESIK – Tak sekadar menjaga lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik juga berkomitmen mengatasi masalah sampah. Salah satunya dengan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Produk RDF yang sudah dibuat di TPST Belahanrejo dan TPST Ngipik ini kemudian dijual ke Semen Indonesia Grup (SIG) di Kabupaten Tuban.
Seperti yang terlihat pada Selasa (3/6/2025), dua truk dari SIG mengangkut puluhan ton RDF di TPST Ngipik. “Hari ini kami mengirimkan 19,68 ton RDF ke SIG Tuban. Sebelumnya sudah kirim 16,3 ton,” kata Kepala UPT TPA Ngipik, Purwaningtyas Noor Mariansyah.
Pria yang akrab disapa Wawan itu menjelaskan, bahwa selama tahun 2025 ditargetkan mampu mengirim 450 ton RDF ke SIG. “Per satu ton dihargai Rp350 ribu. Naik bila dibandingkan tahun 2024 seharga Rp330 ribu,” tuturnya.
Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, mengatakan bahwa dengan dibelinya RDF hasil olahan sampah TPST Belahanrejo dan TPST Ngipik tak hanya bisa mengurai permasalahan sampah, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Alhamdulillah kami sejak tahun kemarin bisa menyumbang PAD Gresik dari penjualan RDF. Mudah-mudahan bisa terus meningkat setiap tahun,” kata Sri Subaidah.
Lebih lanjut, Sri Subaidah terus mengajak masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Apalagi sebentar lagi Hari Raya Iduladha.
“Mari sebisa mungkin menggunakan pembungkus daging kurban dari bahan alami seperti daun atau besek,” ajaknya.
