INFOGRESIK – Keberhasilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik dalam manajemen Refuse Derived Fuel (RDF) ternyata menarik minat DLH Kabupaten Jombang untuk ‘meguru’ atau belajar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sendiri sudah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang pemanfaatan RDF dengan PT Semen Indonesia (SIG) dari hasil olahan sampah di TPST Belahanrejo dan TPST Ngipik untuk bahan bakar alternatif.
Dengan didampingi tim DLH Gresik, rombongan DLH Jombang meninjau langsung proses pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Ngipik, yang menjadi salah satu percontohan pengelolaan sampah berbasis teknologi RDF, Jum’at (27/12/2024).
BACA JUGA: Catatan Akhir Tahun; DLH Gresik Raih Deretan Penghargaan, Adipura Jadi Paling Membanggakan
Kepala DLH Gresik Sri Subaidah menyampaikan pihaknya menyambut baik kunjungan dari rombongan DLH Jombang. Dia menjelaskan, saat ini TPST Belahanrejo dan TPST Ngipik telah dilengkapi fasilitas RDF yang masing-masing memiliki kapasitas pengelolaan sampah sebesar 200 ton/hari, dengan kapasitas input mesin 20 ton/hari yang dapat menghasilkan 3,8 ton/hari RDF dari sampah anorganik dan 9 ton/hari RDF dari sampah organik.
“RDF dari dua fasilitas tersebut dikirimkan ke SIG Pabrik Tuban untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif substitusi batu bara,” ujar Subaidah.
Selain belajar soal RDF, DLH Jombang juga menggali wawasan tentang implementasi Program Adiwiyata yang telah sukses diterapkan di Gresik.
Disampaikan Subaidah, pada bulan Oktober 2024 total ada 13 sekolah di Kabupaten Gresik berhasil meraih prestasi di kancah Nasional dibidang lingkungan yakni Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Pengalaman dalam mendampingi sekolah sampai meraih prestasi ini yang kemudian kami tularkan kepada orang-orang,” ucapnya.
