INFOGRESIK – Jelang akhir tahun, sejumlah institusi atau lembaga telah menorehkan berbagai capaian selama 2024. Salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.
Memiliki 330 desa dan 26 kelurahan yang terbagi di 18 Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Gresik dihadapkan pada tantangan dalam penanganan di bidang lingkungan hidup.
Persoalan sampah menjadi yang paling menonjol. Berdasarkan data DLH Gresik, potensi timbunan sampah di Gresik mencapai 200 ton/hari. Terbanyak sampah kategori anorganik.
Untuk mengatasi hal itu, berbagai upaya telah dilakukan DLH Gresik. Mulai dari melakukan edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse dan recycle), membangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS3R), hingga Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
BACA JUGA: Dapat Penghargaan dari KLHK, Pemkab Gresik Bakal Perbanyak Kampung Iklim
Kepala DLH Gresik Sri Subaidah menyampaikan, saat ini di Kota Pudak sudah ada 125 tempat penampungan sementara (TPS) sampah, 50 TPS3R, 3 TPST di Kelurahan Ngipik, Desa Belahan Rejo Kedamean, dan Desa Diponggo Bawean.
“Sebagai komitmen dalam mengatasi sampah, kami juga proses pembangunan TPST di Desa Bungah, Kecamatan Bungah,” ungkap lulusan S1 Teknik Kimia dan S2 Teknik Sipil ini, Rabu (11/12/2024).
BACA JUGA: Pemkab Gresik Bakal Bangun TPS3R di Desa Bungah, Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun
Berkat usaha keras dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang baik, berbagai prestasi telah ditorehkan, seperti Penghargaan Kepala Daerah Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Penghargaan Desa/Kelurahan Berseri tingkat mandiri, madya, dan pratama dari DLH Provinsi Jatim.
Selanjutnya ada 5 sekolah Adiwiyata Mandiri (1 sekolah masuk 20 besar terbaik seluruh Indonesia) dan 8 sekolah Adiwiyata Nasional dari KLHK.
“Yang paling berkesan pada Bulan Maret 2024 kami mendapatkan Penghargaan Adipura 2023 dari KLHK. Hal ini karena sudah 10 tahun Gresik tak pernah meraihnya,” kata Subaidah saat bercerita.
BACA JUGA: Kado Ulang Tahun Gresik, Piala Adipura Akhirnya Kembali Setelah 10 Tahun
BACA JUGA: Peringati Hari Lingkungan, Pemprov Jatim Beri Penghargaan Berseri untuk 5 Desa di Gresik
Selain penanganan sampah, demi menjaga lingkungan tetap bersih dan asri, DLH Gresik terus memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dari total luas wilayah Gresik 1.191,25 km² kini sudah ada RTH seluas 127,06 Km² atau 10,11 persen.
“Kami terus melakukan penanaman pohon bekerjasama dengan berbagai pihak. Terbaru kami menanam puluhan pohon di Stadion Gelora Joko Samudra,” ujar perempuan yang hobi membuat pernak pernik cantik untuk pengantin ini.
BACA JUGA: Hebat, 13 Sekolah di Gresik Raih Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Lebih lanjut, disebutkan Subaidah berkaitan dengan pengawasan terhadap kualitas air dan udara pihaknya terus rutin melakukan pemantauan. Untuk air kini sudah ada stasiun pemantau kualitas air real time (onlimo) sebanyak 2 titik di Gresik Utara dan Selatan.
“Sementara untuk mengetahui kondisi kualitas udara di Gresik secara real time, saat ini sudah ada stasiun pemantau kualitas udara ambien (SPKUA) sebanyak 10 titik,” pungkas Perempuan kelahiran tahun 1971 tersebut.
