INFOGRESIK – Kawasan wisata religi Makam Sunan Giri kini tampil lebih modern melalui sentuhan teknologi Augmented Reality (AR). Inovasi digital bertajuk Islamic Heritage Site: Up-Scaling Wisata Halal dengan Teknologi Augmented Reality pada Ziarah Sunan Giri ini diluncurkan untuk mentransformasikan pengalaman ziarah konvensional menjadi lebih imersif, interaktif, dan informatif.
Program tersebut lahir dari sinergi strategis tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) skema Kerja Sama Dalam Negeri antara Telkom University dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes) Giri dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Ketua Tim Abdimas sekaligus Dosen Telkom University, Abdurrahman Faris, mengatakan kawasan makam Wali Songo selama ini menjadi salah satu pilar utama wisata religi di Indonesia. Kawasan tersebut menarik jutaan peziarah setiap tahun, sehingga memiliki nilai spiritual dan ekonomi yang sangat signifikan.
Baca juga: Tradisi Malam Selawe Sunan Giri Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ribuan Warga Larut dalam Doa
Meski demikian, metode penyampaian sejarah di lapangan selama ini dinilai masih terbatas pada media statis.
“Hadirnya teknologi AR ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut, sekaligus memikat generasi milenial dan Gen Z untuk mempelajari sejarah Wali Songo dengan cara yang lebih kekinian,” ujar Faris, Jumat (22/5/2026).
Aplikasi mobile berbasis AR ini dirancang secara sistematis dengan mengintegrasikan tiga pemangku kepentingan utama di kawasan Situs Giri Kedaton dan Makam Sunan Giri.
Bagi peziarah, aplikasi ini menghadirkan pengalaman ziarah yang lebih imersif. Pengunjung cukup mengarahkan kamera smartphone ke marker fisik di area situs untuk menikmati visualisasi 3D artefak peninggalan, rekonstruksi arsitektur kuno Giri Kedaton masa lampau, hingga animasi kisah keteladanan Sunan Giri. Aplikasi ini juga dilengkapi panduan adab ziarah digital sesuai syariat dan fitur navigasi cerdas.
Bagi pelaku UMKM sekitar makam, aplikasi ini berfungsi sebagai direktori geospasial untuk UMKM kuliner, suvenir, dan busana muslim yang terverifikasi halal. Melalui pemindaian QR Code dan marker AR pada kemasan produk, seperti kerajinan batik motif lokal, wisatawan dapat melihat video filosofi pembuatannya sebagai nilai tambah digital.
Sementara bagi Pokdarwis dan pemandu wisata, aplikasi ini menjadi sarana penguatan peran dalam pengelolaan informasi sejarah. Pokdarwis berperan sebagai kurator konten untuk memastikan standardisasi informasi tetap valid. Adapun pemandu wisata lokal kini bertransformasi menjadi fasilitator pengalaman digital yang mampu menjelaskan silsilah keilmuan hingga menerjemahkan kaligrafi kuno secara interaktif.
Baca juga: Jejak Rasa Giri Kedaton, Pasar Panganan Giri Biyen Jadi Wadah Penyelamatan Kuliner Langka
Sinergi Abdimas ini direncanakan berjalan selama enam bulan. Program tersebut diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) kolaborasi antara Telkom University dan UMG pada 29–30 Desember 2025 di kampus UMG.
Dalam pelaksanaannya, UMG memegang peran krusial dalam manajemen lapangan, perizinan, serta workshop pendampingan literasi digital bagi masyarakat.
Untuk menjaga validitas sejarah, Pemdes Giri, Pokdarwis, sejarawan, budayawan, hingga juru kunci makam dilibatkan aktif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh narasi teologis, biografi Sunan Giri, serta visualisasi sejarah yang diintegrasikan ke dalam aplikasi AR akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
