INFOGRESIK – Maraknya hewan ternak terserang wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi prihatin.
Politisi muda Partai Gerindra ini mengaku dalam beberapa hari ini menerima keluhan para peternak yang sapinya terserang PMK.
“Khususnya di Gresik selatan, bahkan ada kabar di Wringinanom menyerang hewan ternak sapi di seluruh desa,” katanya, Senin (6/12/2024).
Kurdi meminta Dinas Pertanian untuk segera turun ke lapangan melakukan identifikasi awal serta melakukan upaya preventif.
Selain hal tersebut, Kurdi juga meminta agar pemerintah mengupayakan ada subsidi pengganti bagi sapi yang mati akibat wabah PMK.
“Kalau yang mati memang karena PMK, diusahakan ada subsidi pengganti. Kami minta segera dilakukan upaya reventif agar wabahnya tidak semakin meluas,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik mencatat selama Oktober sampai Desember 2024 total ada 103 sapi yang terjangkit virus PMK. Dengan rincian 97 sapi kondisi sakit dan 6 sapi mati.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik, Eko Anandito Putro melalui Sekdin Pertanian Baktiar Gunawan Hutabarat menyampaikan, pihaknya sudah melaporkan adanya ratusan sapi yang terkena wabah PMK ke Pemprov Jatim.
“Kami sudah memberikan obat-obatan dan desinfektan di 2 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan,” ungkap Baktiar, Senin (6/1/2025).
Tak hanya itu, Dispertan Gresik juga melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap peternak hewan terkait pentingnya vaksinasi PMK pada ternak terdampak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, dan unta.
“Desinfeksi di pasar hewan dan Rumah Potong Hewan (RPH) serta posyandu hewan di pasar hewan dan kantong-kantong ternak juga kami lakukan,” ujarnya.
Ditambahkan Baktiar, bahwa sapi-sapi yang terindikasi terinfeksi PMK tetapi masih hidup akan dipisahkan dari sapi yang masih sehat untuk mencegah penularan lebih lanjut. Ia juga mengimbau para peternak untuk segera melaporkan jika ada kasus PMK di kandang mereka.
“Sapi yang sudah terjangkit PMK harus dipisahkan dari yang sehat. Untuk sapi yang mati akibat PMK, kami akan melakukan pendataan,” ucapnya.
