INFOGRESIK – Ratusan sapi di Kabupaten Gresik kembali terserang wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Tak hanya menyebabkan penurunan produktivitas, beberapa hewan ternak juga mati.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, selama Bulan Oktober sampai Desember 2024 total ada 103 sapi yang terjangkit virus PMK. Dengan rincian 97 sapi kondisi sakit dan 6 sapi mati.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik, Eko Anandito Putro melalui Sekdin Pertanian Baktiar Gunawan Hutabarat menyampaikan, pihaknya sudah melaporkan adanya ratusan sapi yang terkena wabah PMK ke Pemprov Jatim.
“Kami sudah memberikan obat-obatan dan desinfektan di 2 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan,” ungkap Baktiar, Senin (6/1/2025).
Tak hanya itu, Dispertan Gresik juga melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap peternak hewan terkait pentingnya vaksinasi PMK pada ternak terdampak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi dan unta.
“Desinfeksi di pasar hewan dan Rumah Potong Hewan (RPH) serta posyandu hewan di pasar hewan dan kantong-kantong ternak juga kami lakukan,” ujarnya.
Ditambahkan Baktiar, bahwa sapi-sapi yang terindikasi terinfeksi PMK tetapi masih hidup akan dipisahkan dari sapi yang masih sehat untuk mencegah penularan lebih lanjut. Ia juga mengimbau para peternak untuk segera melaporkan jika ada kasus PMK di kandang mereka.
“Sapi yang sudah terjangkit PMK harus dipisahkan dari yang sehat. Untuk sapi yang mati akibat PMK, kami akan melakukan pendataan,” ucapnya.
