INFOGRESIK – Perjuangan melawan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik memasuki babak baru. Dalam rangka memperingati puncak Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik menggelar Webinar Nasional secara hybrid pada Sabtu (6/12/2025) di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik.
Mengusung tema “Sinergi Non Diskriminasi: Penanggulangan HIV/AIDS Secara Komprehensif”, acara ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan edukatif dan outreach yang berlangsung sejak November, menandai komitmen serius pemerintah daerah dan komunitas dalam menekan laju epidemi.
Webinar Nasional tersebut menjadi forum strategis yang menghadirkan narasumber berskala nasional, baik secara luring maupun daring, di antaranya Prof. Dr. Erwin Astra T., dr. Sp.PD, KPTI, FINASIM, MARS dan Prof. Dr. H. Nursalam, M.Nurs (Hons). Acara dipandu oleh Ketua IDI Gresik, dr. Abdul Fatah, Sp.PD, FINASIM.
Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta, yang sebagian besar merupakan pemegang program HIV, dokter puskesmas, tenaga kesehatan rumah sakit, serta perwakilan lembaga sosial dan organisasi profesi di Kabupaten Gresik.
Baca juga: Peringatan Hari AIDS di Gresik, KPA dan GOW Gelar Mobile VCT Hingga Sosialisasi On The Road
Fokus pembahasan meliputi strategi terbaru penanggulangan HIV, penguatan jejaring layanan, serta upaya vital menekan stigma dan diskriminasi.
Dalam laporannya, Kepala KPA Gresik, Nur Chakim, menjelaskan bahwa peringatan HAS 2025 tidak hanya berfokus pada seminar formal, tetapi juga menggerakkan kegiatan akar rumput secara masif, mulai sosialisasi, Aksi On The Road, hingga Lomba Video Edukasi HIV.
“Antusiasme masyarakat sangat baik. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan langsung, ringan, dan menyenangkan agar pesan pencegahan HIV lebih mudah diterima masyarakat,” ujar Nur Chakim, Minggu (7/12/2025).
Senada, Wakil Bupati (Wabup) Gresik sekaligus Ketua Pelaksana KPA Gresik, dr. Asluchul Alif, menegaskan bahwa perjuangan melawan HIV adalah tentang manusia, hak kesehatan, dan tanggung jawab bersama.
“Webinar nasional ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan komunitas,” kata dr. Alif.
Baca juga: Menuju Zero New Infection, Wabup Gresik Sebut Warga Peduli AIDS Jadi Kunci Benteng Pertama
Ia merinci sejumlah komitmen kunci Pemerintah Kabupaten Gresik, meliputi:
- Memperluas layanan tes dan skrining HIV, termasuk menjangkau kelompok sulit terlayani.
- Memastikan ketersediaan ARV tanpa hambatan, guna mencapai kondisi viral load suppressed atau jumlah virus tidak terdeteksi.
- Menguatkan kolaborasi lintas sektor, dari pemerintah, fasilitas kesehatan, hingga komunitas.
- Mengurangi stigma dan diskriminasi, yang masih menjadi hambatan terbesar dalam penanggulangan HIV.
Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter dan penanggung jawab program HIV di puskesmas atas dedikasi mereka.
“Penanganan HIV bukan pekerjaan ringan, tetapi dengan komitmen bersama, kita mampu mengendalikan bahkan menekan penularan di masa mendatang,” tutupnya.
