INFOGRESIK – Nasib pilu 5 anak bersaudara yang diduga ditelantarkan orang tuanya dan tinggal di Perum Grand Gresik Harmoni (GGH) Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, membuat banyak orang iba.
Terlebih, kondisi kelima anak berinisial ES (21), AN (19), DE (13), KI (11), dan CE (3) sangat memprihatinkan. Tak hanya tidak sekolah, mereka juga kesulitan makan sehari-hari. Beberapa dari mereka tampak kurus dan tak terawat.
Salah satu pengurus RT 08 RW 03 Desa Kembangan, Sofyan, mengatakan bahwa sejak mengetahui adanya salah satu penghuni di Perum GGH Srembi yang masih anak-anak kesulitan makan, warga langsung bergerak membantu.
“Bapak kelima anak ini sudah meninggal, sementara sang ibu ketika kami hubungi tidak merespons dan tidak diketahui keberadaannya. Karena kondisinya memprihatinkan, kami langsung buka donasi internal warga perumahan,” ungkap Sofyan (30) kepada Infogresik, Jumat (15/8/2025).
Dia bercerita, sebelum membuka donasi, pihaknya juga sempat berkomunikasi dengan keluarga dari ayah yang tinggal di Kota Surabaya. Namun karena mereka juga mengalami kesulitan ekonomi, sehingga tidak bisa membantu.
Beruntung, sejak dibuka donasi pada Selasa (12/8) hingga Kamis (14/8), antusias warga Perum GGH sangat tinggi demi membantu kelima anak tersebut.
“Alhamdulillah, dalam tiga hari sudah terkumpul uang donasi sebesar Rp10.500.000. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian warga,” kata Sofyan.
Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan bahwa uang hasil donasi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan 5 anak bersaudara ini, termasuk persiapan tempat tinggal.
“Dikarenakan 3 anak sudah ditangani Dinsos dan Dinas KBPPPA Gresik, maka donasi akan dikasihkan secara bertahap sesuai kebutuhan pada anak pertama dan kedua,” ucapnya.
Untuk uang hasil donasi sementara dipegang oleh bendahara RT, sehingga ES dan AN bisa berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu. “Jadi kita sebagai wali mereka sementara,” terangnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 5 anak bersaudara yang tinggal di salah satu perumahan di kawasan Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, diduga ditelantarkan orang tuanya.
Kondisi kelima anak bersaudara yang terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan yakni berinisial ES (21), AN (19), DE (13), KI (11), dan CE (3) sangat memprihatinkan pasca sang ayah, AL, meninggal dunia akibat kecelakaan kapal sekitar dua tahun lalu.
Sementara sang ibu, SA, diduga malah menelantarkan kelima anaknya tersebut dan sering pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama. Anak pertama dan kedua hanya lulusan SMP, anak ketiga dan keempat tidak dapat melanjutkan sekolah SD karena SPP tidak dibayar, serta anak kelima yang masih berusia 3 tahun belum sekolah.
“Anak-anak ini makan dengan cara menjual perabotan rumah, mulai galon hingga AC. Warga sekitar juga turut membantu karena merasa iba,” kata Sofyan (30), salah satu warga sekitar, Rabu (13/8/2025).
Mirisnya lagi, lanjut Sofyan, rumah kontrakan yang ditinggali 5 bersaudara ini ternyata masih memiliki tunggakan sebesar Rp10 juta sehingga terancam diusir.
“Kebetulan pemilik rumah kontrakan kemarin Jumat ke sini menanyakan kekurangan pembayaran kontrakan, tetapi ibu SA malah tidak ada di tempat dan tidak bisa dihubungi,” terangnya.
Kondisi ini sudah terjadi hampir dua bulan. Pada awalnya, SA masih sering pulang, tapi akhir-akhir ini justru tak ada kabar sama sekali.
“Ibunya kurang lebih 10 hari tanpa alasan yang jelas. Ibunya tidak memberi kabar lagi posisinya di mana, sedangkan anak-anaknya hidup dengan seadanya,” ujar Sofyan.
Prihatin atas kondisi ini, Sofyan bersama warga kemudian menghubungi anggota DPRD Gresik, Ricke Mayumi, untuk meminta solusi terkait.
Tak butuh waktu lama, politisi Partai Gerindra itu langsung berkoordinasi dengan Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Zaifudin, dan instansi terkait. Tampak mendampingi Ketua RT dan Kepala Desa Kembangan, Ngadimin.
“Saya dan Mas Udin serta Dinsos Gresik hari ini langsung mendatangi rumah kontrakan 5 anak bersaudara tersebut. Memang kondisi mereka cukup memprihatinkan,” ungkap Ricke.
